radartimur.id

Dari Informasi ke Transformasi

Sabtu, 11 Juli 2026

Bermodal Dukungan Luas, Julkarnain Pina Tantang Status Quo di KNPI Morotai

RadarTimur.id, Morotai — Suhu politik kepemudaan di Kabupaten Pulau Morotai, Provinsi Maluku Utara (Malut), semakin memanas menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI).

Dalam sepekan terakhir sudah 3 figur yang menyatakan sikap untuk bertarung dalam merebut kursi Ketua KNPI yang saat ini diduduki Handi Ashar. 3 figur dimaksud diantaranya, Julkifli Samania, Riwanto M Ali dan Julkarnain Pina.

Dari ketiga figur itu, Julkarnain yang mencuri perhatian. Karena sekarang posisinya sebagai anggota DPRD termuda Pulau Morotai dari Partai Gerindra.

Dalam pernyataannya, Julkarnain tampil percaya diri. Dia menegaskan bahwa langkahnya maju bukan sekadar ambisi pribadi, melainkan didorong oleh kekuatan jaringan dan soliditas dukungan dari berbagai elemen pemuda.

“Saya sudah berkomunikasi dengan banyak pihak yang akan menjadi peserta aktif dalam Musda. Alhamdulillah, dukungan terus mengalir,” ujarnya, Kamis (29/5/2025).

Dukungan yang dimaksud bukan main-main. Julkarnain telah mendapat “golden ticket” dari sejumlah organisasi besar seperti Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Pemuda Muhammadiyah, Nasyiatul Aisyiyah, dan sejumlah organisasi sayap partai politik.

Selain itu, dirinya kini menjabat sebagai Ketua Tunas Indonesia Raya (TIDAR) Morotai dan aktif dalam Perempuan Indonesia Raya (PIRA), keduanya merupakan organisasi sayap dari Partai Gerindra.

“Saya juga sudah mendapat sinyal kuat dari kawan-kawan partai politik lainnya dan rekan-rekan Cipayung Plus, yang sejak awal punya komitmen kuat untuk menjadikan KNPI sebagai wadah inklusif dan progresif,” tegas Julkarnain.

Bagi dia, langkahnya adalah tantangan serius terhadap dominasi lama di tubuh KNPI Morotai. Pasalnya, dalam beberapa periode terakhir, pemilihan ketua KNPI kerap didominasi oleh calon tunggal dan pola aklamasi yang dinilai tak mencerminkan semangat demokrasi.

“Saya ingin tegaskan, pemuda harus punya ruang untuk bersaing secara sehat. Saya berharap panitia Musda membuka ruang demokratis bagi semua kandidat yang punya kapasitas dan legitimasi. Jangan ada proses yang tertutup atau disusun untuk mengamankan satu nama,” ujarnya tajam.

Ia juga menyinggung, pihak-pihak yang mengklaim diri sebagai calon tunggal di tengah dinamika yang masih cair adalah tindakan yang prematur.

“Untuk mereka yang sudah merasa aman sebagai calon tunggal, sebaiknya jangan dulu terlalu percaya diri. Medan belum selesai, dan suara pemuda tidak bisa dibungkam dengan kesepakatan tertutup,” katanya.

Di balik keyakinan politiknya, Julkarnain membawa gagasan besar untuk masa depan pemuda Morotai. Dirinya, memperkenalkan konsep “Pemuda Profetik untuk Morotai Daloha”, sebuah visi yang berakar pada nilai keteladanan, keberanian moral, dan keberpihakan pada masyarakat akar rumput.

“Pemuda profetik adalah pemuda yang bukan hanya aktif dan vokal, tapi juga mampu menjadi penuntun moral, menyuarakan keadilan, dan menjaga nilai-nilai budaya lokal Morotai, seperti semangat Daloha persaudaraan dan keterbukaan,” jelasnya.(ksm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini