radartimur.id

Dari Informasi ke Transformasi

Sabtu, 11 Juli 2026

Gubernur Sherly Suarakan Keadilan dan Lingkungan di Hadapan Presiden

RadarTimur.id — Gubernur Maluku Utara (Malut), Sherly Tjoanda, mencuri perhatian publik dalam seremoni groundbreaking ekosistem industri baterai kendaraan listrik terintegrasi yang digelar di Karawang, Jawa Barat, Minggu (29/6).

Secara Daring di hadapan Presiden Prabowo Subianto dan jajaran menteri Kabinet Indonesia Maju, Sherly menyuarakan pentingnya pemerataan pembangunan dan pelestarian lingkungan di tengah pesatnya hilirisasi industri.

Dalam pidatonya, Sherly menegaskan dukungan penuh Pemerintah Provinsi Malut terhadap proyek hilirisasi baterai, termasuk lima subproyek besar yang akan dijalankan di wilayah Halmahera Timur. Namun, juga mengingatkan agar pembangunan tetap berpegang pada prinsip keadilan sosial dan keberlanjutan lingkungan.

“Kami Pemerintah Provinsi Maluku Utara siap mendukung penuh kelancaran hilirisasi ekosistem baterai untuk kendaraan listrik ini. Kami juga memohon dukungan Bapak Presiden dan seluruh jajaran kementerian untuk membantu percepatan pembangunan infrastruktur di Maluku Utara,” ucap Sherly.

Gubernur perempuan pertama di Malut itu secara khusus menyoroti ketimpangan pembangunan, terutama terkait infrastruktur dasar seperti jalan, jembatan, irigasi pertanian, dan fasilitas perikanan. Menurutnya, infrastruktur yang memadai adalah fondasi utama agar pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat.

“Mudah-mudahan dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia pada kuartal pertama ini, percepatan pembangunan di Maluku Utara bisa sejalan dengan hilirisasi di bidang pertambangan,” tambahnya.

Sherly juga membawa suara komunitas adat dan suku-suku asli di Malut dengan menekankan bahwa transformasi industri harus tetap menghormati dan menjaga kearifan lokal serta kelestarian alam.

“Kami dari lubuk hati yang paling dalam, mewakili suku Togutil, Sawai, Maba, Tagu, Modole, Ibu, Kao, Ternate, Tidore, Makian, Kayoa, seluruh masyarakat Maluku Utara, menitipkan harapan agar bumi Maluku Kieraha tetap menjadi tanah kehidupan yang adil, makmur, dan bermartabat,” katanya dengan penuh haru.

Menutup sambutannya, Sherly menyampaikan pesan yang kuat bahwa pembangunan bukan semata-mata soal teknologi dan investasi, tetapi juga tentang keberpihakan dan kepedulian terhadap masyarakat.

“Karena masa depan bukan hanya soal teknologi yang canggih, tetapi juga tentang hati yang peduli, tangan yang bekerja, dan memastikan semua ikut maju bersama,” pungkasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini