Polres Ternate Gelar Sosialisasi Bahaya Judi Online dan Kekerasan Terhadap Anak
RadarTimur.id, Ternate — Polres Ternate melalui Satuan Pembinaan Masyarakat (Satbinmas) menggelar kegiatan sosialisasi bertema bahaya judi online dan kekerasan terhadap anak di SMK Negeri 2 Ternate pada Jumat (11/7). Sosialisasi ini diikuti oleh para siswa baru dalam kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) serta dewan guru sekolah tersebut.
Dalam kegiatan yang berlangsung selama kurang lebih 1,5 jam tersebut, Kasat Binmas Polres Ternate, Iptu Nurdin Waka Nubun, bersama Kaur Bin Operasional Satbinmas, Ipda Fany F.A. Syahalatua, menyampaikan materi terkait dampak negatif judi online dan kekerasan terhadap anak. Keduanya menekankan pentingnya pemahaman sejak dini tentang ancaman yang ditimbulkan serta langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan.
“Judi online kini semakin marak dan menyasar kalangan pelajar. Kami ingin siswa-siswa paham bahwa ini bukan hanya melanggar hukum, tapi juga berdampak buruk terhadap masa depan mereka,” ujar Iptu Nurdin dalam penyuluhannya.
Kepala SMK Negeri 2 Ternate, Mustafa Muhammad, S.Pd., MM., menyampaikan apresiasinya atas inisiatif Polres Ternate yang turut berperan aktif dalam membina dan melindungi generasi muda melalui edukasi yang bermanfaat.
“Kegiatan ini sangat penting untuk memberikan pemahaman langsung kepada siswa. Kami berharap para siswa dapat menyadari bahaya yang mengintai dan menjauhi perilaku menyimpang,” kata Mustafa.
Kegiatan sosialisasi yang berakhir pada pukul 10.30 WIT ini berlangsung dalam situasi aman dan tertib. Informasi kegiatan disampaikan oleh Kasi Humas Polres Ternate, AKP Umar Kombong.
Polres Ternate juga menghimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya para orang tua dan pelajar, untuk senantiasa waspada terhadap ancaman judi online dan kekerasan terhadap anak. Kepolisian berharap sinergi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat dapat mencegah terjadinya kasus-kasus yang merugikan anak-anak.
“Ini adalah bagian dari komitmen kami untuk mewujudkan lingkungan yang aman, sehat, dan bebas dari praktik menyimpang yang dapat merusak generasi muda,” tutup AKP Umar.(ard)


Tinggalkan Balasan