radartimur.id

Dari Informasi ke Transformasi

Sabtu, 11 Juli 2026

Sering Gangguan Jaringan, Pemprov Malut Maksimalkan Infrastruktur Kabel Laut

RadarTimur.id — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku Utara (Malut) terus mendorong terciptanya solusi permanen dalam penyelarasan pembangunan infrastruktur fisik dan digital di wilayahnya.

Komitmen ini ditegaskan dalam audiensi strategis antara Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, bersama jajaran Diskominfosan Provinsi Maluku Utara dengan Direktorat Bisnis dan Operasi PT Len Telekomunikasi Indonesia (LTI), yang berlangsung di Jakarta, belum lama ini.

Pertemuan tersebut menyoroti isu krusial terkait tumpang tindih antara proyek pengembangan Pelabuhan DARKO Sofifi dan jalur kabel laut Palapa Ring segmen Sofifi–Tidore.

Lokasi proyek pelabuhan yang berada tepat di atas koridor kabel laut nasional dinilai berisiko tinggi terhadap stabilitas jaringan digital di kawasan timur Indonesia.

Direktur Bisnis dan Operasi PT LTI, Dirgantara Putra, mengungkapkan bahwa sejak tahun 2019, kabel laut di wilayah Sofifi telah mengalami 12 kali gangguan, yang sebagian besar disebabkan oleh kondisi geografis ekstrem dan aktivitas manusia.

“Ini merupakan infrastruktur digital yang sangat penting bagi Indonesia timur. Gangguan berulang tentu berdampak pada layanan publik, pendidikan, hingga aktivitas ekonomi,” ujar Dirgantara.

Wakil Gubernur Sarbin Sehe menegaskan bahwa Pemprov Malut berkomitmen untuk tidak mengorbankan salah satu sektor demi yang lain.

Menurutnya, pelabuhan sebagai simpul logistik dan kabel laut sebagai tulang punggung komunikasi digital harus dikembangkan secara bersinergi.

“Pembangunan pelabuhan tetap penting untuk membuka akses ekonomi, tetapi kita juga harus melindungi sistem komunikasi digital. Keduanya harus saling mendukung, bukan saling mengganggu. Kita butuh solusi permanen yang menguntungkan semua pihak,” tegas Sarbin.

Dalam kesempatan yang sama, PT LTI juga menyampaikan perlunya revitalisasi kabel laut segmen Manado–Ondong Siau, yang kerap mengalami pemutusan dan berdampak langsung pada gangguan konektivitas di kawasan timur Indonesia.

PT LTI mendorong adanya advokasi dari Pemprov Malut ke pemerintah pusat, khususnya Kementerian Komunikasi dan Digital (KOMDIGI), serta pentingnya edukasi publik kepada nelayan dan pelaku usaha laut untuk menjaga keberlangsungan jalur kabel laut nasional.

Sebagai tindak lanjut dari pertemuan ini, kedua pihak menyepakati tiga poin penting:

1. Penyusunan rencana teknis penyelarasan pembangunan pelabuhan dan koridor kabel laut.

2. Percepatan regulasi pemanfaatan ruang laut oleh kementerian terkait.

3. Penguatan koordinasi lintas sektor untuk menjaga stabilitas infrastruktur komunikasi dan logistik.

Sebagai informasi, Palapa Ring Tengah merupakan bagian dari proyek strategis nasional yang membentang sepanjang 3.122 kilometer dan menghubungkan wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar) di Sulawesi dan Maluku Utara. Jalur ini menjadi tulang punggung konektivitas digital nasional, termasuk untuk wilayah Sofifi, Ternate, dan Tidore.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini