radartimur.id

Dari Informasi ke Transformasi

Sabtu, 11 Juli 2026

Kades Hager Hidupkan Kembali Tradisi Hapolas Lewat Inovasi Tapso

RadarTimur.id, Oba Selatan – Tradisi Hapolas, salah satu warisan budaya Suku Ngofakiaha di Pulau Makian, Halmahera Selatan, terus dijaga oleh masyarakat Desa Hager, Kecamatan Oba Selatan, Kota Tidore Kepulauan. Tradisi ini telah lama menjadi perekat sosial dan bentuk kepedulian terhadap keluarga yang berduka. Namun, seiring perkembangan zaman dan kemajuan teknologi, pelaksanaannya mulai mengalami tantangan.

Kepala Desa Hager, Munir R. Hi Mahmud, mengungkapkan bahwa Hapolas selama ini dilaksanakan dengan penuh ketulusan. Warga biasanya berkumpul dalam suasana duka untuk menggelar tahlilan dan memberikan dukungan secara langsung. Namun, belakangan banyak warga yang memilih menyalurkan bantuan melalui transfer bank tanpa hadir secara fisik, yang dinilai dapat mengikis nilai gotong royong dan silaturahim.

“Tradisi ini bukan sekadar sumbangan, tapi bentuk nyata dari kebersamaan. Sayangnya, nilai itu mulai luntur,” ujar Munir, Senin (14/7/2025).

Menanggapi kondisi tersebut, pemerintah desa bersama pemuda dan warga setempat menggelar serangkaian rapat guna menyusun strategi pelestarian. Dari diskusi itu lahirlah sebuah inovasi bernama Tapso, yang dalam bahasa setempat berarti ajakan untuk bersatu.

“Inovasi Tapso dirancang untuk memperkuat kembali pelaksanaan Hapolas, sekaligus sebagai bentuk adaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan esensi tradisi,” timpal Munir.

Sementara tahapan pelaksanaan Tapso dimulai dari rapat internal, penjaringan ide dari masyarakat, hingga pelaksanaan ritual penyucian sebagai bentuk penghormatan terhadap adat dan lingkungan.

Adapun tujuan khusus dari kegiatan Tapso antara lain:

1. Meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya nilai gotong royong dan silaturahim.

2. Menjadikan Tapso sebagai program inovatif desa dalam mendukung keluarga yang sedang berduka.

3. Membentuk tanggung jawab kolektif dalam meringankan beban sesama warga.

4. Memperkuat interaksi sosial masyarakat Makian.

5. Menonjolkan kembali identitas budaya lewat pemakaian baju adat saat pelaksanaan Hapolas.

Selain nilai spiritual dan sosial, Hapolas juga menjadi sarana pelestarian budaya dan sejarah lokal. Tradisi ini mengandung ekspresi budaya melalui puisi, lagu, dan cerita yang diwariskan secara turun-temurun. Hal ini sekaligus menjadi alat edukasi budaya bagi generasi muda.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini