radartimur.id

Dari Informasi ke Transformasi

Sabtu, 11 Juli 2026

Pemkot Ternate Rancang APBD Induk 2026 Sebesar Rp1,1 Triliun

RadarTimur.id, Ternate — Pemerintah Kota Ternate, Maluku Utara, merancang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) induk tahun anggaran 2026 sebesar Rp1.118.526.305.699. Rencana ini disampaikan dalam rapat paripurna ke-10 masa persidangan ke-III DPRD Kota Ternate tahun 2025, yang berlangsung pada Senin (14/7/2025) malam.

Wali Kota Ternate, M. Tauhid Soleman, dalam pidatonya menekankan bahwa penyusunan Kebijakan Umum APBD (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) merupakan bentuk nyata penerjemahan visi Kota Ternate ke dalam kebijakan fiskal dan program prioritas tahunan.

“Penyusunan KUA-PPAS ini diselaraskan dengan dokumen Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2026. Visi kita adalah ‘Mewujudkan Kota Ternate yang Mandiri dan Berkeadilan’,” ujar Tauhid.

Dia menjelaskan bahwa RKPD tahun 2026 mengangkat sejumlah agenda prioritas, seperti peningkatan pelayanan publik, pembangunan infrastruktur dasar di wilayah BAHIM, akses ke energi yang adil dan merata, serta perlindungan terhadap pekerja rentan.

Enam fokus strategis pembangunan juga dipaparkan, yaitu:

1. Penguatan kelembagaan sosial berbasis 7 nilai budaya Ternate (Kie Se Gam Magogugu Matiti Tomdi),

2. Peningkatan infrastruktur dasar dan strategis,

3. Peningkatan kualitas SDM yang unggul dan berdaya saing,

4. Tata kelola pemerintahan yang responsif, bersih, dan akuntabel,

5. Penguatan ekonomi masyarakat berbasis kepulauan,

6. Pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan dan lestari.

Struktur KUA-PPAS 2026 terdiri dari pendapatan daerah, belanja daerah, dan pembiayaan daerah. Pendapatan direncanakan sebesar Rp1,118 triliun, terdiri atas:

Pendapatan Asli Daerah (PAD): Rp148,55 miliar,

Pendapatan transfer: Rp962,97 miliar,

Lain-lain pendapatan sah: Rp7 miliar.

Sementara itu, belanja daerah dirancang sebesar Rp1.115.526.305.699, yang meliputi:

Belanja operasi: Rp981,12 miliar,

Belanja modal: Rp114,4 miliar,

Belanja tidak terduga: Rp20 miliar.

Dengan selisih antara pendapatan dan belanja, KUA-PPAS tahun 2026 dirancang mengalami surplus sebesar Rp3 miliar, yang akan digunakan sebagai penyertaan modal pada pos pengeluaran pembiayaan.

Wali Kota berharap pembahasan dokumen KUA-PPAS berlangsung konstruktif dan berorientasi pada kepentingan masyarakat, serta menjadi dasar kesepakatan bersama dalam rangka mewujudkan Ternate yang mandiri dan berkeadilan.(*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini