Sekolah Rakyat Resmi Diaktifkan di Maluku Utara, 100 Siswa Mulai Tahun Ajaran Baru
RadarTimur.id, Sofifi – Program unggulan nasional Sekolah Rakyat (SR) yang diinisiasi oleh pemerintahan Presiden Prabowo Subianto resmi diaktifkan di Provinsi Maluku Utara pada tahun ajaran baru 2025/2026.
Peresmian operasional SR di wilayah ini ditandai dengan kunjungan Sekretaris Provinsi (Sekprov) Maluku Utara, Samsuddin A. Kadir, ke lokasi SR jenjang SMA yang berada di IPWL Desa Akekolano, Sofifi, Senin (14/7/2025). Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan sarana, prasarana, serta kondisi para calon siswa.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Sentra Wasana Bahagia, Osep Mulyani, melaporkan bahwa dua titik lokasi SR telah disiapkan di Maluku Utara: SR IPWL Akekolano Sofifi untuk jenjang SMA, dan SR Sentra Wasana Bahagia Ternate untuk jenjang SMP.
Menurut Osep, total sebanyak 100 siswa telah diterima di dua lokasi tersebut. Di SR IPWL, tercatat 32 siswa laki-laki dan 19 perempuan, sedangkan di SR Ternate terdapat 31 siswa perempuan dan 18 siswa laki-laki. Masa orientasi pun digelar secara serentak di dua kota, yakni Ternate dan Tidore.
“Program Sekolah Rakyat ini menggunakan konsep asrama, jadi selain ada kepala sekolah, juga disiapkan wali asuh sebagai pengganti orangtua siswa di lingkungan sekolah. Semuanya gratis, mulai dari seragam, transportasi, hingga makan,” ujar Osep.
Sekprov Samsuddin A. Kadir dalam arahannya memberikan motivasi dan semangat kepada 50 calon siswa yang akan memulai masa belajar mereka. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para orangtua yang turut hadir untuk menyaksikan langsung fasilitas dan lingkungan tempat anak-anak mereka akan menempuh pendidikan.
“Sekarang para orang tua bisa melihat langsung kondisi kelas, asrama, dan fasilitas lainnya. Ini penting agar mereka merasa yakin dan tenang,” kata Samsuddin.
Dia menekankan bahwa keunggulan Sekolah Rakyat terletak pada fasilitas lengkap dan teknologi berbasis digital yang disiapkan secara gratis oleh negara. Menurutnya, saat pendaftaran awal, respon masyarakat memang masih rendah, namun kini mulai meningkat berkat sosialisasi dan pendekatan intensif dari Dinas Sosial.
“Minat masyarakat terutama dari kelompok Desil 1 dan 2 terus bertambah. Awalnya sedikit, tapi sekarang peminatnya mulai banyak,” tambahnya.
Dalam acara tersebut juga dilakukan penyematan kartu orientasi secara simbolis kepada dua calon siswa, Afri Kifli dan Islamish Amer, sebagai tanda dimulainya masa pengenalan lingkungan sekolah.
Turut mendampingi Sekprov dalam kegiatan ini yakni Kepala Dinas Sosial Malut, Staf Khusus Gubernur Bidang Kesehatan dan Pendidikan, serta Kepala Sentra Wasana Bahagia. Rombongan menyempatkan diri meninjau langsung sarana dan prasarana sekolah, mulai dari ruang kelas, kamar asrama, hingga ruang komputer.(*)


Tinggalkan Balasan