Bupati Halut Teken Komitmen Nasional Manajemen Talenta ASN: Dorong Birokrasi Berkualitas dan Adaptif
RadarTimur.id, Manado – Dalam upaya memperkuat tata kelola sumber daya aparatur sipil negara (ASN) yang berbasis kompetensi dan meritokrasi, Bupati Halmahera Utara (Halut), Piet Hein Babua, turut ambil bagian dalam Seminar Nasional Manajemen Talenta sekaligus Penandatanganan Komitmen (Mou) Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) terhadap percepatan penerapan manajemen talenta ASN.
Seminar bergengsi yang berlangsung di Swiss-Belhotel Maleosan Manado, Jumat (18/07/2025) ini dihadiri oleh jajaran pimpinan daerah dari tiga provinsi di kawasan timur Indonesia yakni Sulawesi Utara, Maluku Utara, dan Gorontalo. Tampak hadir Gubernur Sulut Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, Gubernur Malut Sherly Tjoanda, serta Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail.
Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Pusat, Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh, juga turut menyampaikan keynote speech sekaligus memimpin jalannya penandatanganan komitmen.
Acara ini merupakan tindak lanjut dari undangan resmi BKN bernomor 194/B-KS.04.01/UE/KR.XI/2025, yang menyerukan partisipasi aktif kepala daerah dan PPK dalam menyukseskan sistem manajemen talenta ASN, terutama dalam pengisian jabatan struktural.
Dalam paparan seminar, manajemen talenta dijelaskan sebagai pendekatan sistematis yang melibatkan tahapan:
Analisis kebutuhan jabatan,
Identifikasi dan pemetaan talenta potensial,
Pengembangan kapasitas,
Retensi SDM berkualitas,
Serta evaluasi potensi dan kinerja secara berkelanjutan.
Sistem ini menjunjung tinggi prinsip meritokrasi, di mana promosi, rotasi, dan pengisian jabatan dilakukan berdasarkan kualifikasi dan prestasi, bukan relasi atau intervensi politik.
Penerapan manajemen talenta juga dinilai sebagai jawaban atas tantangan reformasi birokrasi, terutama dalam menjaga keberlanjutan kepemimpinan dan pelayanan publik.
“Manajemen talenta bukan sekadar kebijakan teknokratis. Ini adalah langkah strategis untuk mencetak birokrasi yang adaptif, produktif, dan visioner,” tegas Prof. Zudan dalam sambutannya.
Bupati Halut, Piet Hein Babua, dalam kesempatan terpisah menyampaikan bahwa Halmahera Utara siap mendukung dan mengimplementasikan sistem ini secara serius.
“Kami menyadari pentingnya pengisian jabatan berbasis kompetensi dan potensi. Hal ini bukan hanya soal pengembangan individu ASN, tetapi juga kemajuan daerah,” ucapnya.
Melalui forum ini, Bupati Piet Hein Babua tidak hanya hadir sebagai peserta, tetapi juga sebagai bagian dari gelombang perubahan manajemen ASN di daerah.
“Semoga langkah ini menjadi awal dari birokrasi Halmahera Utara yang lebih progresif dan profesional,” pungkas Bupati.(ko)


Tinggalkan Balasan