radartimur.id

Dari Informasi ke Transformasi

Jumat, 10 Juli 2026

Bupati Halut Dorong Ekspor Langsung dari Tobelo

RadarTimur.id, Surabaya– Langkah berani dan strategis kembali ditunjukkan Bupati Halmahera Utara (Halut), Piet Hein Babua.

Dalam pertemuan bersama Direktur Operasional PT Tanto Intim Line, Steven Lesawengen, yang digelar di Hotel Four Points by Sheraton Pakuwon, Surabaya, Jumat (25/07/2025), Bupati Piet berhasil mencetak terobosan besar untuk mendorong ekspor langsung dari Tobelo.

Dihubungi melalui sambungan telepon, Bupati Piet menyampaikan bahwa PT Tanto Intim Line memberikan dukungan penuh terhadap program Ekspor Angkut Lanjut yang tengah diupayakan Pemerintah Kabupaten Halut. Salah satu bentuk dukungan konkrit adalah penyediaan kontainer ekspor secara gratis untuk dikirim langsung ke Tobelo.

“PT Tanto Intim Line sangat responsif dan proaktif membantu Pemda Halut. Mereka akan menyediakan kontainer ekspor secara gratis yang dikirim ke Tobelo untuk dimanfaatkan oleh pelaku usaha dalam mendukung kegiatan ekspor,” ungkap Bupati Piet.

Langkah ini, menurutnya, akan memangkas prosedur berbelit yang selama ini membebani pelaku usaha. Jika sebelumnya komoditas ekspor dari Halut harus dibongkar dan dimuat ulang di Pelabuhan Surabaya, maka dengan sistem baru ini, barang akan langsung dimuat di Pelabuhan Tobelo menggunakan kontainer ekspor resmi.

“Dengan model ini, kita tidak perlu lagi bongkar-muat ulang di Surabaya. Sekali muat dari Tobelo, langsung diberangkatkan ke negara tujuan ekspor. Ini efisien, hemat biaya, dan mempercepat proses,” tegasnya.

Sebagai tindak lanjut, pekan depan akan digelar rapat koordinasi secara daring melalui Zoom, yang akan mempertemukan semua pemangku kepentingan terkait, termasuk PT Tanto, sebagai pelakukan usaha yaitu PT Niko, Bea Cukai, Karantina, dan PT Syurindo Perkasa.

“Pemkab Halut akan memfasilitasi pertemuan tersebut guna mematangkan seluruh aspek teknis dan administratif,” timpalnya

Bupati Piet juga berharap dukungan seluruh masyarakat Halut agar inisiatif ini berjalan lancar. Sebab, jika skema ekspor langsung ini terealisasi, maka proses perizinan yang selama ini terpusat di Surabaya akan dapat dilimpahkan ke Halut, sehingga potensi penerimaan daerah dari Dana Bagi Hasil (DBH) bisa diperoleh.

“Ini bukan hanya terobosan logistik, tapi juga langkah besar dalam mendukung hilirisasi dan ketahanan pangan di Halut. Kami mohon dukungan dan doa seluruh masyarakat agar proses ini sukses,” pungkasnya.(ko)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini