Pemkab Halut Gaet Investor Kelola Potensi Perikanan Halut
RadarTimur.id, Halmahera Utara – Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara (Halut) terus mendorong pengembangan potensi perikanan daerah. Bupati Piet Hein Babua dan Wakil Bupati Kasman Hi Ahmad, Selasa (29/7/2025), melakukan kunjungan kerja perdana bersama ke Kecamatan Loloda Kepulauan (Lokep) dengan rombongan investor perikanan dari PT Samudra Ulam Nusantara.
Dalam agenda tersebut, Bupati Piet Hein Babua dan Wakil Bupati Kasman Hi Ahmad meninjau dua titik utama yang masuk dalam Kawasan Pengembangan Perikanan yakni Desa Dama dan Desa Dagasuli.
Di Desa Dagasuli rombongan juga menggelar pertemuan dengan masyarakat dan para nelayan setempat.
“Dengan kunjungan ini kami ingin memastikan langsung potensi yang dimiliki Loloda Kepulauan dan menghadirkan investor agar pengembangan kawasan perikanan bisa segera terealisasi,” ungkap Bupati Piet Hein Babua.
Dia mengaku, sektor perikanan merupakan fokus utama sejak awal kepemimpinannya. “Potensi perikanan di Loloda sudah kami diskusikan. Maka setelah dilantik, kami putuskan kawasan ini sebagai pusat pengembangan perikanan terpadu,” jelasnya.
Senada dengan itu, Wakil Bupati Kasman Hi Ahmad menyebutkan, kekayaan laut di wilayah Lokep sangat melimpah. Bahkan ia berkelakar, “Kalau ikan itu punya KTP, pasti semua tertulis berasal dari sini.”
Wabup menambahkan, visi misi dirinya bersama Bupati sejak awal memang telah menempatkan sektor kelautan dan perikanan sebagai pilar pembangunan ekonomi daerah, khususnya di wilayah pesisir dan kepulauan.
Sementara itu, Putra Kristiyawan investor perikanan dari PT Samudra Ulam Nusantara yang turut dalam kunjungan tersebut mengaku, akan mengelola potensi perikanan dengan pola modern.
Saat ini pihaknya telah mengelola pabrik di Biak dan Sorong, Papua. Kedatangan mereka merupakan hasil penjajakan yang intensif dengan Pemkab Halut dan kini mulai mengarah pada realisasi.
“Kami melihat potensi yang sangat besar di wilayah ini. Konsep pengembangan yang dirancang Pemkab Halut sejalan dengan pendekatan industri modern yang kami kembangkan di Papua,” ungkapnya.
Camat Loloda Kepulauan, Yakmil, juga menegaskan kesiapan wilayahnya mendukung rencana pengembangan tersebut. “Potensi di Lokep sangat besar. Jika ada investor yang ingin masuk, kami sangat terbuka,” ucapnya.
Langkah Pemkab Halut ini juga mendapat dukungan dari Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Halmahera Utara, Takdir Barakati. Dirinya berharap investasi yang masuk benar-benar membawa manfaat langsung bagi para nelayan.
“Nelayan mendominasi pesisir dan pulau-pulau di Halut. Jika potensi ini dikelola secara maksimal, bukan hanya memperkuat ketahanan pangan nasional, tapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tegas Takdir.(*)


Tinggalkan Balasan