radartimur.id

Dari Informasi ke Transformasi

Minggu, 12 Juli 2026

Jejak Panjang Arifin Abdulrrahim

Sukses Sebagai Olahragawan dan Politisi, Sempat Jadi Teman Sparring Jenderal TNI Maruli Simanjuntak

Tidak hanya sukses di politik dengan menjadi Anggota DPRD Halut Periode 2009-20014, Arifin Abdulrrahim yang memilih pensiun dini dari TNI AD, pada 2007 silam, juga memiliki segudang prestasi di dunia olahraga terkhusus pada Cabang Gulat dan Judo.

Muhammad Rizal, Halmahera Utara

“Beliau (Jenderal TNI Maruli Simanjuntak), bintang empat dan juara Judo Asia Tenggara. Satu-satunya perwira yang digendong oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto,” petikan kata Presiden Prabowo Sibianto saat berpidato pada agenda makan malam di Akmil Magelang, Jumat, (25/10/2024), rupanya ada keterkaitan dengan prestasi yang ditorehkan oleh sosok Arifin Abdulrrahim, lahir di Tobelo, Kabupaten Halmahera Utara (Halut), Provinsi Maluku Utara (Malut), 28 Agustus 1961.

Mengawali karier sebagai Anggota TNI AD, pada 1982, dirinya tidak perlu waktu lama untuk berproses sebagai olahragawan, sehingga mengharumkan nama kesatuannya, Kabupaten Sidoarjo dan Provinsi Jawa Timur (Jatim).

Lulus dari Pusat Pendidikan TNI AD di Suli, Provinsi Maluku, pria low profile itu, dipilih untuk mengikuti pendidikan Kecabangan Arhanud selama 3 bulan di Malang, Jatim.

Selesai dari situ, kemudian ditempatkan di Batalyon Arhanud se-8 Sidoarjo, Jatim. SOP dari Batalyon ini untuk melindungi sektor vital, Bandara Juada.

Arifin kepada RadarTimur.id, mengatakan, awal mula menjadi olahragawan ketika berdinas di Batalyon itu. Dengan fisik yang agak bongsor dari prajurit lainnya dan aktif dalam setiap latihan bela diri kemiliteran, dirinya akhirnya diarahkan oleh pelatih untuk fokus pada Cabang Gulat dan Judo.

Ketika musim kompetisi Kejuaraan Daerah (Kejurda) 1986, dirinya dipilih, mewakili Kabupaten Sidoarjo pada Cabang Olahraga Gulat dan langsung mendapat juara ke-2. Berselang dua tahun kemudian (1988), mewakili Jatim di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) di Padang, Sumatera Barat dan juga menyabet juara ke-1.

“Pertama ikut pertandingan saya, langsung dapat juara. Selama menjadi atlet, saya banyak dapat medali,” ketus, dia ketika ditemui di rumah kebunnya di Desa Togoli Kecamatan Tobelo Barat, Halut, Rabu (5/2/2024).

Prestasi di level internasional pun pernah ditorehkan. Di 1990 pada Kejuaraan Asia dan Oseania yang mempertandingkan Atlet Gulat dari kawasan Asia Tenggara dan pulau di Samudra Pasifik Tengah dan Selatan, yang diselenggarakan di Surabaya, dirinya, mendapat juara ke-2.

Suami dari Sanika itu mengatakan, pada Cabang Olahraga Judo, banyak juga medali yang diperoleh. Bahkan yang paling berkesan, pernah bersama Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, Kepala Staf TNI AD, ikut kompetisi antar klub yang diselenggarakan Korem 801/Madiun. Saat itu Jenderal (Purn) Luhut Binsar Panjaitan menjabat sebagai Danrem-nya.

Pada kompetisi yang cukup ketat ini, dia mengaku, dapat juara 1 di kelasnya. Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, yang menjadi andalan dari Satuan Kopassus pun demikian. Sehingga pada 1998, mereka dipanggil untuk ikut Training Camp (TC) atau pemusatan latihan di Markas Komando (Mako) Kopassus, Cijantung untuk persiapan kejuaraan AD se-Asia di Jepang.

“Selama TC hampir setiap saat menjadi teman sparring Jenderal TNI Maruli Simanjuntak,” tutur lulusan Sekolah Menengah Ekonomi Atas (SMEA) Gotong Royong, Tobelo, ini.

Pria 64 tahun itu mengatakan, adanya gonjang-ganjing politik dan aksi-aksi demonstrasi saat reformasi di tahun yang sama (1998), latihan kemudian diberhentikan untuk sementara waktu. Seluruh atlet pun, dikembalikan ke kesatuan masing-masing.

Ketika situasi normal, mereka kembali, dipanggil tapi dirinya tidak lagi ikut karena sedang persiapan mewakili Indonesia, pada Kejuaraan Asia dan Oseania di Hanoi tahun 1999 serta sedang sibuk dengan kuliah di Fakultas Hukum, Universitas Kartini, Surabaya.

Atas prestasi pada cabang Olahraga Gulat dan Judo, dia mengaku, dua kali mendapat kenaikan pangkat istimewa, pertama dari Pratu ke Kopda dan kemudian Serda ke Sertu. Sedangkan karier militer terakhirnya sebagai Bintara Penyidik Provos di Komando Daerah Militer (Kodam) V/Brawijaya sejak 1995 sampai pensiun dini pada 2007.

“Saya dua kali mendapat penghargaan kenaikan pangkat satunya di saat Jenderal TNI (Purn) Wismoyo Arismunandar menjabat sebagai Kasat TNI AD yaitu pangkat dari Pratu ke Kopda,” ujarnya.

Untuk karier politik, pria 2 anak itu mengisahkan, mulai termotivasi ketika bergaul dengan para politisi saat dipercaya sebagai Pelatih Gulat kemudian ditunjuk sebagai Ketua Bimbingan Tehnik KONI Sidoarjo, Jatim pada tahun 1998.

Hadi Sucipto salah satu politisi Sidoarjo, kemudian memimpin KONI Sidoarjo pada 2005 dan mulai diwacanakan akan ikut kontestasi pilkada 2010, sehingga dirinya, juga sering terlibat dalam mempersiapkan rencana politik dari ketuanya itu.

Berselang waktu pendaftaran Calon Legislatif (Caleg) di 2009, dia, langsung ambil sikap untuk pensiun dini dan mendaftar di Partai Gerindra Halut, ikut Daerah Pemilihan (Dapil) Halut 1.

“Pada pencalonan tahun dua ribu sebilan, saya mendapat suara terbanyak di Dapil satu dari Partai Gerindra dan dilantik sebagai Anggota DPRD,” tuturnya.

Sebagai Anggota DPRD Halut Periode 2009-2014, dia juga mengaku, dipercaya teman-teman anggota, sebagai Ketua Badan Kehormatan (BK).(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini