radartimur.id

Dari Informasi ke Transformasi

Minggu, 13 September 2026

KADIN Malut Dorong Pengusaha Lokal Tak Jadi Penonton Investasi

RadarTimur.id, Ternate – Besarnya investasi yang masuk ke Maluku Utara belum cukup jika pelaku usaha lokal hanya berdiri sebagai penonton. Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Maluku Utara mendorong agar pertumbuhan industri di daerah membuka ruang yang lebih besar bagi pengusaha lokal untuk masuk dalam rantai pasok dan mengambil manfaat dari perputaran ekonomi.

Pesan tersebut menjadi salah satu fokus KADIN Maluku Utara menjelang Rapat Pimpinan Provinsi (RAPIMPROV) yang dijadwalkan berlangsung pada 24 September 2026. Sedikitnya tujuh agenda strategis disiapkan untuk dibahas, mulai dari penguatan kapasitas pelaku usaha, rantai pasok dan hilirisasi, sumber daya manusia, kepastian berusaha, perluasan akses perdagangan hingga penguatan kelembagaan KADIN.

Ketua KADIN Maluku Utara, Muksin Thalib, mengatakan agenda tersebut dimatangkan dalam rapat KADIN di Cafe Samatyira, Kota Ternate, Sabtu (12/9/2026) malam. Menurutnya, perkembangan ekonomi daerah harus dilihat lebih jauh dari sekadar nilai investasi yang masuk.

“Kita ingin pelaku usaha lokal tidak hanya menjadi penonton, tetapi mampu tumbuh, naik kelas, masuk dalam rantai pasok industri, dan mengambil bagian dalam peluang investasi yang berkembang di Maluku Utara,” ujar Muksin, Minggu (13/9/2026).

Karena itu, KADIN mendorong pelaku usaha daerah memperkuat legalitas, sertifikasi, manajemen, akses pembiayaan dan pemanfaatan teknologi. Kapasitas tersebut dinilai menjadi modal penting agar UMKM dan pengusaha lokal dapat memenuhi standar perusahaan besar sekaligus memperluas pasar.

Penguatan pelaku usaha juga harus diikuti dengan pembangunan rantai nilai. Produk masyarakat tidak boleh berhenti di pasar lokal, tetapi didorong masuk ke rantai pasok nasional maupun global melalui peningkatan kualitas produksi, pengolahan, distribusi, pemasaran, business matching dan pengembangan produk unggulan daerah.

Di tengah derasnya investasi pertambangan dan industri, hilirisasi menjadi agenda yang tidak kalah penting. KADIN mendorong agar aktivitas industri berskala besar memiliki keterhubungan dengan pengusaha lokal, tenaga kerja daerah dan industri pendukung. Dengan begitu, nilai ekonomi dari sumber daya alam tidak hanya berhenti pada kegiatan produksi, tetapi ikut menciptakan ruang usaha baru di daerah.

Persoalan tenaga kerja juga menjadi perhatian. Kebutuhan industri yang terus berkembang harus diimbangi kemampuan sumber daya manusia lokal. KADIN mendorong penguatan hubungan antara dunia usaha, lembaga pendidikan dan pelatihan melalui pendidikan vokasi, sertifikasi kompetensi, program magang, riset, digitalisasi UMKM dan inkubasi bisnis.

Selain peluang, KADIN melihat dunia usaha juga menghadapi risiko. Kepastian hukum, keamanan berusaha dan ketahanan rantai pasok menjadi bagian dari agenda yang akan didorong melalui pemetaan risiko, forum kepastian hukum serta penguatan kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha.

Pada sisi lain, produk Maluku Utara dinilai memiliki peluang untuk menembus pasar yang lebih luas. Misi dagang, business matching internasional, promosi investasi serta pendampingan standardisasi dan sertifikasi menjadi langkah yang disiapkan untuk memperluas akses perdagangan dan meningkatkan daya saing produk daerah.

Seluruh agenda tersebut membutuhkan organisasi dunia usaha yang kuat. Karena itu, KADIN juga akan mendorong konsolidasi kelembagaan, digitalisasi layanan, penguatan KADIN kabupaten/kota serta advokasi kebijakan berbasis data.

Muksin menegaskan, agenda tersebut tidak akan berjalan jika hanya dibebankan kepada KADIN. Pemerintah, dunia usaha, perbankan, lembaga pendidikan dan pemangku kepentingan lainnya harus membangun kerja sama yang lebih kuat.

“Pengembangan dunia usaha tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Kita membutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, pengusaha, lembaga pendidikan, perbankan dan seluruh pemangku kepentingan,” katanya.

Menurut Muksin, Maluku Utara sedang mengalami perubahan struktur ekonomi akibat perkembangan investasi dan industri. Kondisi tersebut harus diikuti kesiapan pengusaha lokal agar mampu mengambil posisi, bukan sekadar menyaksikan perubahan dari luar.

“Kami mengajak seluruh dunia usaha untuk membangun semangat bersama, memperkuat kemitraan, meningkatkan profesionalisme dan menciptakan iklim usaha yang sehat. Dengan kolaborasi dan kerja nyata, kita berharap perekonomian Maluku Utara dapat tumbuh lebih kuat dan inklusif,” tandasnya.

Selain mematangkan materi RAPIMPROV, KADIN Maluku Utara juga menyiapkan sejumlah kegiatan organisasi menjelang agenda tersebut. Salah satunya peresmian Kantor KADIN Maluku Utara di Kelurahan Mangga Dua, Kota Ternate, yang direncanakan dilakukan oleh Gubernur Maluku Utara dan dirangkaikan dengan santunan anak yatim serta doa bersama.

RAPIMPROV KADIN Maluku Utara pada 24 September 2026 juga menjadi bagian dari pelaksanaan RAPIMPROV KADIN secara serentak di Indonesia sekaligus rangkaian HUT KADIN ke-58.

Bagi KADIN Maluku Utara, forum tersebut diharapkan menghasilkan langkah konkret. Sebab, ukuran keberhasilan pertumbuhan ekonomi bukan hanya seberapa besar investasi masuk, tetapi seberapa jauh investasi tersebut mampu membuka lapangan kerja, memperkuat usaha lokal, memperluas kemitraan dan menciptakan nilai tambah bagi masyarakat Maluku Utara.(red)