Perayaan Paskah Oikumene Pemkab Halut 2026 Jadi Momentum Perkuat Persatuan
RadarTimur.id, Halut – Perayaan Paskah Oikumene Pemerintah Daerah Kabupaten Halmahera Utara (Halut) tahun 2026 menjadi menjadi ruang refleksi bersama bagi pemerintah daerah dan masyarakat untuk memperkuat persatuan, menjaga kedamaian, serta menumbuhkan semangat kebangkitan menuju Halmahera Utara yang lebih maju.
Kegiatan yang berlangsung khidmat itu digelar di Gedung Gereja GBI Yesus Itu Tuhan, Desa Gosoma, Kamis (9/4/2026) dan dihadiri oleh Bupati Halut Piet Hein Babua, Wakil Bupati Kasman Hi Ahmad, Dandim 1508/Tobelo Letkol Inf Alex Donald M.L. Gaol, Kapolres Halut AKBP Elrikson Pasaribu dan Ketua Sinode GMIH Pdt. Anselmus Puasa.
Hadir juga Ketua PHBI Halut Iswan Lolahi, perwakilan Kejari Halut Kasi Bin Nus Patipeluhu, Sekda Halut E.J. Papilaya, Dan Subdenpom Tobelo Letda Cpm Irwansyah Kurniawan, Ketua Komisi III DPRD Halut Janlis Gehenua Kitong, Ketua Panitia Hari Besar Gerejawi (PHBG) Yudiahart Noya, para asisten Setda, pimpinan OPD, ASN, serta tamu undangan lainnya.
Ibadah Paskah dipimpin oleh Pdt. Alfred Anggui dengan mengusung tema “Kristus Bangkit Membarui Kemanusiaan Kita.” Dalam khotbahnya, jemaat diajak merefleksikan makna kebangkitan Kristus sebagai sumber inspirasi untuk memperbarui kehidupan, memperkuat iman, serta meningkatkan semangat pelayanan kepada sesama.
Dalam sambutannya, Bupati Halmahera Utara Piet Hein Babua mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk mengimplementasikan nilai-nilai kebangkitan Kristus dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam menjalankan tugas sebagai pelayan masyarakat.
Sebab baginya, dinamika kehidupan masyarakat tidak pernah lepas dari berbagai kebutuhan dan persoalan. Dalam situasi tertentu, ketidakpuasan masyarakat dapat muncul dalam bentuk kritik maupun protes.
“Namun sebagai ASN kita harus mampu memaknai Paskah sebagai dorongan untuk hidup lebih taat, setia, dan bertanggung jawab dalam menjalankan tugas. Dengan demikian pelayanan pemerintah kepada masyarakat dapat berjalan baik dan menjadi teladan di tengah masyarakat,” ujar Bupati Piet.
Dia menegaskan bahwa ASN memiliki peran penting sebagai perekat dan penyejuk dalam kehidupan sosial masyarakat, terutama dalam menjaga kerukunan umat beragama serta nilai-nilai toleransi di daerah.
“Jangan sampai ada pernyataan atau tindakan yang justru mengganggu stabilitas daerah. ASN harus menjadi contoh dalam menjaga persatuan,” tegasnya.
Lanjutnya, jika terdapat oknum yang melakukan provokasi, hal tersebut merupakan tindakan pribadi dan tidak dapat digeneralisasi sebagai sikap suatu kelompok atau umat tertentu.
Pada kesempatan itu, Bupati Piet juga menyampaikan apresiasi atas kehadiran Ketua PHBI Halut Iswan Lolahi. Baginya, kehadiran tokoh umat Islam dalam perayaan keagamaan umat Kristiani menjadi simbol kuat persaudaraan dan toleransi antarumat beragama di Halmahera Utara.
“Selama masa pemerintahan Piet–Kasman, menjaga kehidupan masyarakat yang harmonis dan toleran akan terus menjadi perhatian utama pemerintah daerah. Kunci pembangunan adalah terciptanya situasi yang aman dan kondusif,” ujarnya.
Lebih lanjut dia mengajak seluruh masyarakat serta para pemimpin daerah untuk terus menjadi teladan dalam membangun suasana kekeluargaan, kebersamaan, serta saling menghormati antarwarga.
“Jika daerah ini aman dan damai, kita percaya daerah ini akan diberkati. Walaupun kondisi keuangan belum sepenuhnya stabil, kita percaya mukjizat Tuhan selalu ada bagi kita semua,” pungkasnya.(kro)

