radartimur.id

Dari Informasi ke Transformasi

Sabtu, 13 Juni 2026

Erupsi Dahsyat Gunung Dukono, Dua Pendaki Dalam Pencarian

RadarTimur.id, Halut – Dua pendaki dilaporkan masih dalam pencarian setelah erupsi dahsyat terjadi di Gunung Dukono pada Jumat (8/5/2026) pagi.

Letusan besar yang terjadi secara tiba-tiba itu memicu kepanikan para pendaki yang berada di kawasan puncak gunung api aktif tersebut.

Dari informasi yang dihimpun sedikitnya 20 pendaki, termasuk warga negara asing (WNA) asal Singapura, diketahui sedang berada di jalur pendakian saat Gunung Dukono memuntahkan abu vulkanik dan material panas sekitar pukul 07.41 WIT. Dari jumlah itu, 18 orang berhasil dievakuasi dengan selamat, sementara dua lainnya hingga kini belum ditemukan.

Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Dukono, Bambang Sugiono, mengatakan berdasarkan laporan awal terdapat lima pendaki yang sempat terjebak saat erupsi berlangsung.

“Dari lima orang yang terjebak, tiga orang sudah berhasil sampai di pos pengamatan, sedangkan dua lainnya masih dalam pencarian,” kata Bambang.

Tiga pendaki yang berhasil selamat terdiri dari dua perempuan dan satu laki-laki. Mereka mengalami luka saat berusaha menyelamatkan diri dari erupsi mendadak tersebut.

“Dua perempuan mengalami luka bakar di bagian belakang tubuh akibat paparan hawa panas, sementara satu pendaki laki-laki mengalami luka lecet karena berlari turun saat erupsi terjadi,” jelasnya.

Tim gabungan dari BPBD, aparat keamanan, relawan, dan petugas pemantau gunung api hingga kini masih melakukan pencarian terhadap dua pendaki yang belum ditemukan. Proses evakuasi dilakukan dengan penuh kehati-hatian mengingat aktivitas vulkanik Gunung Dukono masih tinggi dan berpotensi terjadi erupsi susulan.

Berdasarkan data Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, aktivitas Gunung Dukono saat ini masih berada pada Status Level II atau Waspada. Sejak 30 Maret 2026 tercatat sebanyak 199 kali erupsi magmatik eksplosif terjadi dengan tinggi kolom letusan berkisar antara 50 hingga 400 meter dari puncak.

Namun pada erupsi Jumat pagi, kolom abu dilaporkan mencapai sekitar 10.000 meter di atas puncak dengan warna putih, kelabu hingga hitam pekat. Letusan juga disertai dentuman lemah hingga kuat dan terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 34 milimeter serta durasi hampir 1.000 detik.

Sebaran abu vulkanik mengarah ke wilayah utara sehingga sejumlah kawasan permukiman hingga Tobelo berpotensi terdampak hujan abu. Kondisi ini dikhawatirkan mengganggu kesehatan masyarakat dan aktivitas warga.

PVMBG kembali mengingatkan masyarakat, wisatawan, maupun pendaki agar tidak melakukan aktivitas dalam radius 4 kilometer dari Kawah Malupang Warirang yang menjadi pusat aktivitas Gunung Dukono. Warga juga diminta mewaspadai potensi aliran lahar hujan melalui Sungai Mamuya, Mede, dan Tauni yang berhulu langsung dari kawasan puncak.

Sementara itu, pemerintah daerah bersama BPBD Provinsi Maluku Utara dan Kabupaten Halmahera Utara terus berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Api Dukono di Desa Mamuya guna memantau perkembangan aktivitas vulkanik sekaligus mempercepat pencarian dua pendaki yang hingga kini belum ditemukan.(ksm)