radartimur.id

Dari Informasi ke Transformasi

Selasa, 21 Juli 2026

Usulan Bupati Halut Disetujui, Pusat Gelontorkan Dana Infrastruktur Pertanian Rp100 Miliar

RadarTimur.id, Tobelo — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Halmahera Utara (Halut) memperoleh persetujuan pendanaan dari Pemerintah Pusat senilai lebih dari Rp100 miliar untuk pembangunan infrastruktur pertanian, terutama jaringan irigasi.

Dukungan tersebut merupakan tindak lanjut atas usulan yang diajukan Bupati Halut Piet Hein Babua guna memperkuat sektor pertanian dan mendukung program swasembada pangan.

Dari empat usulan yang diajukan, pemerintah pusat menyetujui tiga program utama dengan total anggaran Rp90.116.628.000, ditambah pembangunan Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) di 11 lokasi dengan anggaran sekitar Rp20 miliar.

Bupati Halut Piet Hein Babua berharap seluruh program pembangunan yang diusulkan ke pemerintah pusat dapat terus diakomodasi sehingga pembangunan infrastruktur di Halut berlangsung merata dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung ketahanan pangan dan peningkatan hasil pertanian.

“Persetujuan tersebut menjadi tambahan intervensi pembangunan bagi Halmahera Utara dan diharapkan dapat meningkatkan ketersediaan infrastruktur irigasi, sehingga produktivitas lahan pertanian serta kesejahteraan petani dapat meningkat,” ujarnya, Senin (20/7/2026).

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pemkab Halut, Willy Jesayas, mengatakan, usulan pemerintah daerah telah mendapat persetujuan dan kini memasuki tahap persiapan pelaksanaan.

“Saat ini sementara persiapan penunjukan penyedia barang dan jasa. Pekerjaan ini akan dilaksanakan melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku Utara,” ujar Willy.

Dia menjelaskan, tiga paket pekerjaan yang disetujui meliputi pembangunan Daerah Irigasi (DI) Kusuri senilai Rp30.761.764.000, peningkatan jaringan irigasi DI Paca-Leleoto sebesar Rp24.613.145.000, serta rehabilitasi jaringan irigasi DI Gagaapok senilai Rp34.741.719.000.

Selain itu, pemerintah pusat juga menyetujui pembangunan Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) di 11 titik di Halmahera Utara dengan nilai anggaran sekitar Rp20 miliar. Dengan demikian, total intervensi pembangunan sektor irigasi yang diterima daerah pada tahun ini mencapai lebih dari Rp100 miliar.

“Output dari pembangunan ini, DI Kusuri akan dibangun bendung, DI Paca berupa jaringan irigasi pasangan batu primer dan sekunder, sedangkan DI Gagaapok akan dilakukan rehabilitasi jaringan irigasi eksisting. Selain itu, pembangunan JIAT di 11 lokasi juga telah disetujui, sehingga tahun ini Pemda Halut mendapat intervensi pembangunan sekitar Rp100 miliar lebih,” tambah Willy.

Lanjut dia, program tersebut merupakan tindak lanjut dari surat usulan Bupati Halmahera Utara Nomor 600.9.7/389.a tertanggal 21 April 2026 kepada Kementerian PUPR.

Usulan itu lahir dari hasil pertemuan Pemkab Halut bersama Kementerian PUPR dan Balai Wilayah Sungai yang berlangsung di Tobelo pada 10 Februari 2026 dan dihadiri Anggota DPR RI Irena Y. Roba.(val)