Sekum PGI Apresiasi SSIB GMIH, Sebut Langkah Bersejarah Menuju Penyatuan 2027
RadarTimur.id, Tobelo — Sidang Sinode Istimewa Bersama (SSIB) Gereja Masehi Injili di Halmahera (GMIH) mendapat apresiasi dan dukungan penuh dari Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI). Forum tersebut dinilai menjadi tonggak penting menuju penyatuan GMIH pada 2027 setelah 13 tahun mengalami perpecahan.
Sekretaris Umum PGI, Pdt. Darwin Darmawan mengatakan, pelaksanaan SSIB merupakan momentum bersejarah karena menjadi awal penyusunan bersama peraturan gereja yang akan menjadi dasar pelayanan GMIH pascapenyatuan.
“Saya, Pendeta Darwin Darmawan, Sekretaris Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia, sangat bangga karena GMIH bisa memulai langkah yang sangat penting menuju penyatuan pada tahun 2027. Sidang sinode bersama ini sangat bersejarah karena menjadi kerinduan selama 13 tahun setelah perpecahan. Kini ada momentum menyusun bersama peraturan gereja yang akan menjadi pedoman pelayanan GMIH ke depan,” ujar Pdt Darwin.
PGI yang menaungi 105 sinode gereja di Indonesia juga mendorong seluruh tim kerja penyatuan agar menyukseskan seluruh agenda persidangan hingga menghasilkan keputusan terbaik bagi masa depan GMIH.
Pdt Darwin turut mengapresiasi rangkaian ibadah pembukaan SSIB yang dinilai sarat makna melalui penggunaan bahasa-bahasa lokal, lagu-lagu daerah, serta keterlibatan anak-anak yang bertepatan dengan peringatan Hari Anak Nasional.
“Ini sangat baik dan kami sangat bersyukur karena dalam pembukaan ibadah juga ada bahasa-bahasa lokal yang sangat menyentuh dan lagu-lagu yang menguatkan. Kehadiran anak-anak juga bukan kebetulan karena bertepatan dengan Hari Anak Nasional. Anak-anak merindukan gereja menjadi teladan dalam kasih, pengampunan, dan penerimaan. Saya yakin Roh Kudus terus bekerja sehingga ini menjadi langkah besar menuju penyatuan yang dinantikan gereja-gereja di Indonesia,” katanya.
Selain itu, Pdt Darwin memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara, khususnya Bupati Piet Hein Babua, atas dukungan yang diberikan terhadap proses penyatuan GMIH.
“Selaku kepala pemerintahan, Bupati berkepentingan membantu warga GMIH yang juga merupakan warga Halmahera Utara agar semakin bersatu dan hidup rukun. Jika pemerintah memiliki semangat mempersatukan, merukunkan, dan membangun umat beragama, bukan hanya Kristen, maka itu merupakan langkah yang sangat baik,” tutupnya.(val)

