Penyelarasan Dokumen SSIB GMIH Jadi Tonggak Penyatuan Sinode 2027
RadarTimur.id, Tobelo — Sidang Sinode Istimewa Bersama (SSIB) Gereja Masehi Injili di Halmahera (GMIH) resmi ditutup pada Senin (27/7/2026).
Selama lima hari pelaksanaan, forum berhasil menyepakati sejumlah dokumen penting yang menjadi landasan proses penyatuan GMIH menuju Sidang Sinode Bersama pada 2027.
Sekretaris Panitia SSIB GMIH, Doraino Horary, mengatakan forum tersebut merupakan jawaban atas harapan panjang jemaat dari dua pihak yang selama sekitar 13 tahun menginginkan penyatuan kembali dalam satu GMIH.
“Ini adalah harapan bersama selama kurang lebih 13 tahun, baik dari GMIH Kemakmuran maupun GMIH Jalan WKO. Perjuangan ini merupakan perjuangan banyak orang untuk kembali menjadi satu dalam GMIH,” ujar Doraino.
Menurutnya, hasil sidang penyelarasan dokumen menjadi fondasi penting bagi pelaksanaan Sidang Sinode Bersama yang dijadwalkan berlangsung di Kabupaten Halmahera Barat pada 2027.
Doraino menjelaskan, terdapat dua dokumen strategis yang berhasil ditetapkan dalam forum, yakni Tata Dasar dan Peraturan Sinode serta Peraturan tentang Pemanggilan Penatua dan Diaken. Kedua dokumen tersebut menjadi pijakan utama dalam proses penyatuan organisasi gereja.
“Semangat Badan Pekerja Harian Jemaat dari kedua pihak menjadi ujung tombak penyatuan. Dokumen yang telah disepakati ini menjadi rel menuju Sidang Sinode Bersama di Halmahera Barat pada tahun 2027,” katanya.
Selain penyelarasan dokumen, panitia juga berkomitmen terus membangun komunikasi dengan jemaat yang belum terlibat dalam proses SSIB agar semangat penyatuan semakin menyeluruh.
“Kami akan terus membangun komunikasi dan dialog sehingga pada Sidang Sinode Bersama di Halmahera Barat nanti, kita tidak lagi berdiri sebagai dua kelompok, tetapi benar-benar menjadi satu GMIH,” tambahnya.
Doraino berharap seluruh keputusan yang dihasilkan selama lima hari persidangan dapat menjadi dasar awal bagi perjalanan bersama seluruh warga GMIH.
“Semua kesepakatan tim penyatuan dan tim penyelarasan dokumen gereja merupakan harapan seluruh warga GMIH. Kami berharap hasil sidang ini menjadi pijakan awal untuk melangkah bersama sebagai satu gereja,” tutupnya.(val)

