Mobil Angkut Penumpang dan Hasil Pertanian Kecelakaan di Ruas Jalan Loloda Utara, Warga Tagih Janji Perbaikan
RadarTimur.id, Tobelo — Kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di ruas Jalan Loloda Utara, Kabupaten Halmahera Utara. Sebuah mobil Toyota Hilux double cabin berwarna hitam yang mengangkut penumpang dan hasil pertanian menuju Tobelo mengalami kecelakaan di dekat Desa Teru-Teru, Kecamatan Loloda Utara, Rabu (29/7/2026).
Informasi yang dihimpun menyebutkan, kecelakaan diduga dipicu pecah ban saat kendaraan melintasi ruas jalan yang masih berupa batu dan sirtu. Akibatnya, pengemudi kehilangan kendali setelah setir kendaraan tiba-tiba membuang ke arah kiri.
Mobil kemudian keluar dari badan jalan dan terperosok ke rerumputan di pinggir jalan. Kendaraan juga menabrak beberapa pohon kecil sehingga mengalami kerusakan pada bagian bodi.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Seluruh penumpang dilaporkan selamat, meski kendaraan mengalami penyok dan lecet.
Warga Loloda Utara, Ikwan Tujang, mengatakan kecelakaan di ruas jalan tersebut sudah berulang kali terjadi. Menurutnya, kondisi jalan yang belum memadai menjadi penyebab utama tingginya risiko kecelakaan.
“Kalau kecelakaan di ruas Jalan Loloda sudah sering terjadi. Jalannya masih rusak dan belum diaspal sehingga sangat membahayakan pengguna jalan,” katanya.
Dia mengungkapkan, pemerintah daerah bersama anggota DPRD sudah beberapa kali turun meninjau kondisi jalan tersebut dan berjanji akan menuntaskan pembangunannya dengan spesifikasi hotmix dalam waktu dekat. Namun, hingga kini realisasi pembangunan dinilai belum menyeluruh.
“Harapan kami, janji pemerintah dan para politisi untuk menyelesaikan pembangunan jalan tahun depan benar-benar direalisasikan. Jangan hanya datang melihat lalu berjanji, tetapi tidak ada penyelesaian,” ujarnya.
Menurut Ikwan, pembangunan ruas jalan dari Loloda Utara hingga Galela Utara masih dilakukan secara bertahap dan belum tuntas. Sebagian ruas memang telah diaspal hotmix, namun sebagian besar lainnya masih berupa jalan sirtu yang kini kondisinya semakin rusak.
Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat. Saat musim hujan, jalan berubah menjadi licin dan berlumpur sehingga kendaraan sulit melintas serta rawan tergelincir. Sebaliknya, ketika musim kemarau, debu tebal beterbangan dan mengganggu kesehatan pengguna jalan.
Ikwan menambahkan, mayoritas kendaraan yang melayani rute Loloda merupakan mobil pikap yang mengangkut penumpang bersama hasil pertanian. Saat cuaca panas, penumpang yang berada di bak kendaraan harus menghadapi paparan debu sepanjang perjalanan menuju Tobelo.
“Kami berharap pemerintah segera menuntaskan pembangunan jalan ini. Infrastruktur yang layak bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga menyangkut keselamatan masyarakat dan kelancaran distribusi hasil pertanian,” tegasnya.
Warga menilai akses jalan yang layak menjadi kebutuhan mendesak bagi masyarakat Loloda Utara. Selain mengurangi risiko kecelakaan, penyelesaian pembangunan jalan diyakini akan memperlancar mobilitas warga dan mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut.(val)

