GAMKI Halut Dukung Langkah Bupati Buka Peluang Investor Baru untuk Stabilkan Harga Kelapa
RadarTimur.id, Tobelo – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Halmahera Utara menyatakan dukungan terhadap langkah Bupati Halmahera Utara, Piet Hein Babua, yang membuka peluang bagi investor maupun pembeli baru untuk masuk membeli kelapa di wilayah tersebut.
Sekretaris DPC GAMKI Halmahera Utara, Yosafat Kotalaha, menilai kebijakan itu merupakan bentuk keberpihakan pemerintah daerah terhadap petani yang selama ini terdampak anjloknya harga kelapa.
“Kami memberikan apresiasi kepada Bupati Halmahera Utara yang mengambil langkah cepat dengan membuka ruang bagi investor dan pembeli baru. Kebijakan ini merupakan solusi yang tepat untuk menciptakan persaingan usaha yang sehat sehingga petani tidak hanya bergantung pada satu atau dua pembeli,” ujar Yosafat, Selasa (4/8/2026).
Menurutnya, bertambahnya pembeli akan memperkuat posisi tawar petani dalam menjual hasil panen. Persaingan yang sehat diyakini dapat menciptakan harga yang lebih kompetitif sekaligus memberikan lebih banyak pilihan bagi petani.
Di sisi lain, Yosafat menyayangkan pernyataan manajemen PT Natural Indococonut Organik (PT NICO) yang menyebut harga pembelian kelapa sepenuhnya mengikuti perkembangan pasar nasional dan internasional.
Dia menilai, sebagai perusahaan yang selama ini bermitra dengan petani di Halmahera Utara, PT NICO seharusnya tidak hanya menjelaskan kondisi pasar, tetapi juga menghadirkan solusi konkret untuk membantu petani menghadapi penurunan harga.
“Kami menyayangkan pernyataan manajemen PT NICO yang pada dasarnya hanya menjelaskan bahwa harga mengikuti mekanisme pasar. Di tengah keresahan petani saat ini, masyarakat membutuhkan solusi nyata, bukan sekadar penjelasan mengenai kondisi pasar,” katanya.
Yosafat berharap perusahaan menunjukkan komitmen yang lebih besar dalam menjaga kemitraan dengan petani, termasuk mencari skema yang dapat meningkatkan nilai jual kelapa atau meminimalkan dampak penurunan harga.
Dia juga mendukung rencana Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara memanggil para pengumpul kelapa untuk mengevaluasi tata niaga komoditas tersebut agar mekanisme pembentukan harga menjadi lebih transparan dan berpihak kepada petani.
Menurutnya, upaya pemerintah membuka akses bagi investor baru sekaligus mengevaluasi rantai distribusi merupakan langkah strategis yang perlu mendapat dukungan dari seluruh pemangku kepentingan.
“Kami berharap semua pihak, baik perusahaan, pengumpul maupun pemerintah, memiliki komitmen yang sama untuk melindungi kepentingan petani. Komoditas kelapa merupakan salah satu penopang utama perekonomian masyarakat Halmahera Utara, sehingga persoalan harga harus menjadi perhatian bersama,” tegasnya.
Yosafat menambahkan, kehadiran investor baru diharapkan mampu menciptakan iklim usaha yang lebih kompetitif, memperkuat posisi tawar petani, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang menggantungkan hidup pada sektor perkebunan kelapa.(val)

