BMKG Keluarkan Peringatan Dini Angin Kencang di 10 Daerah Malut
RadarTimur.id, Ternate – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi angin kencang yang diperkirakan melanda 10 kabupaten/kota di Provinsi Maluku Utara (Malut) pada 6 hingga 8 Agustus 2026. Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi yang dapat dipicu oleh kondisi cuaca tersebut.
Dalam keterangan resminya, pada Kamis (6/8/2026), BMKG menjelaskan bahwa kondisi cuaca ekstrem dipengaruhi oleh perkembangan Bibit Siklon Tropis 94W yang telah berkembang menjadi Siklon Tropis Kujira di sebelah barat Laut Filipina. Sistem cuaca ini bergerak ke arah utara–tenggara dan memicu terbentuknya belokan angin (shearline) yang berdampak pada peningkatan kecepatan angin di wilayah Maluku Utara.
Selain meningkatkan kecepatan angin, fenomena tersebut juga berpotensi menyebabkan gelombang laut menjadi lebih tinggi sehingga dapat memengaruhi aktivitas masyarakat, terutama di wilayah pesisir dan perairan.
BMKG mengingatkan masyarakat agar mengurangi aktivitas di luar ruangan selama periode peringatan dini berlangsung, terutama saat terjadi angin kencang.
“Masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menjauhi area yang terdapat pepohonan yang rawan tumbang akibat terpaan angin kencang,” tulis BMKG dalam peringatan resminya.
Selain itu, masyarakat diminta mewaspadai potensi pohon tumbang, papan reklame roboh, hingga kerusakan bangunan ringan akibat terpaan angin kencang. Warga juga diimbau memastikan atap rumah dan benda-benda yang mudah terbawa angin dalam kondisi aman.
BMKG turut mengingatkan nelayan, operator kapal, pelaku transportasi laut, serta pengguna jasa penyeberangan agar memperhatikan perkembangan informasi cuaca sebelum melakukan pelayaran. Peningkatan tinggi gelombang akibat pengaruh Siklon Tropis Kujira berpotensi membahayakan keselamatan pelayaran, terutama bagi kapal berukuran kecil.
Masyarakat yang tinggal maupun beraktivitas di kawasan pesisir juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya gelombang tinggi selama pengaruh siklon masih berlangsung.
“Warga di wilayah pesisir diharapkan tetap waspada dan mengutamakan keselamatan dalam setiap aktivitas,” lanjut BMKG.(*)

