2 Hari Dicari, Gedalti Ditemukan Tak Bernyawa di Dasar Air Terjun Jembatan Alam
RadarTimur.id, Halut – Setelah sempat dicari sejak Sabtu sore, Gedalti Pasaribu (19) akhirnya ditemukan. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di dasar Air Terjun Jembatan Alam, Desa Kokota Jaya, Kecamatan Tobelo Utara, Halmahera Utara, Minggu (9/8/2026).
Gedalti ditemukan sekitar pukul 15.20 WIT oleh Hedi Nagara DA Yus Nagara, warga Desa Kokota Jaya, yang ikut membantu proses pencarian.
Sebelumnya, korban dilaporkan hilang setelah tergelincir dan jatuh ke aliran air terjun saat hendak kembali bersama tujuh rekannya pada Sabtu (8/8/2026) sore.
Upaya pencarian langsung dilakukan tim gabungan yang melibatkan Pos SAR Tobelo, Basarnas, BPBD, TNI-Polri, PMI, Pemerintah Desa Kokota Jaya, serta masyarakat setempat.
Pencarian kembali dilanjutkan Minggu pagi sekitar pukul 09.00 WIT. Tim menggunakan peralatan selam untuk menyisir bagian dalam air. Namun, hingga sekitar pukul 13.00 WIT, keberadaan korban belum berhasil ditemukan.
Kondisi tersebut kemudian mendorong Pemerintah Desa Kokota Jaya berkoordinasi dengan BPBD dan Basarnas yang berada di lokasi. Masyarakat setempat kemudian diminta membantu pencarian menggunakan peralatan yang mereka miliki.
Pada pencarian pertama, warga menemukan barang milik korban berupa salon aktif. Pencarian kemudian dilanjutkan dengan menggunakan alat tradisional berupa pengait yang terbuat dari bambu dan kayu.
Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil. Tidak lama kemudian, warga menemukan tubuh korban di dasar air dan langsung melakukan evakuasi.
Proses evakuasi berlangsung cukup sulit lantaran lokasi penemuan berada di medan yang ekstrem dan terjal. Setelah berhasil dibawa menuju pos utama, jenazah kemudian dibawa ke RSUD atas permintaan kedua orang tua korban.
Jenazah selanjutnya direncanakan disemayamkan di rumah duka di Desa Kao, Kecamatan Kao Induk.
Operasi pencarian dikoordinasikan langsung Kalak BPBD Halmahera Utara Hentje M.L. Hatharia bersama Dan Pos SAR Tobelo Rudin Jr., didampingi Pemerintah Desa Kokota Jaya beserta jajaran.
Hentje menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam proses pencarian hingga korban berhasil ditemukan.
“Atas nama Pemerintah Daerah Halmahera Utara, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh tim yang tergabung dalam pencarian ini, terutama Pemerintah Desa Kokota Jaya, ibu kepala desa, dan seluruh masyarakat Kokota Jaya atas partisipasinya,” kata Hentje.
Menurutnya, kerja sama seluruh unsur dalam operasi tersebut menjadi bagian penting dalam upaya kemanusiaan dan penanganan kondisi darurat.
Sebelumnya, pencarian pada Sabtu malam sempat dilakukan oleh tim gabungan Basarnas, Polres Halmahera Utara, BPBD, dan masyarakat. Namun, pencarian dihentikan sementara karena kondisi gelap serta keterbatasan pencahayaan dan peralatan.
Pencarian kembali dilanjutkan Minggu pagi hingga akhirnya Gedalti ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada sore hari.(val)



