radartimur.id

Dari Informasi ke Transformasi

Kamis, 13 Agustus 2026

Dapat 1.067 Hektare, Halut Berpeluang Tambah Luasan Cetak Sawah

RadarTimur.id, Tobelo — Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara (Halut) mendapat alokasi program cetak sawah seluas 1.067 hektare sebagai bagian dari upaya pemerintah memperluas lahan pertanian dan memperkuat produksi pangan di Maluku Utara.

Komitmen tersebut ditandai dengan Penandatanganan Kontrak Cetak Sawah Provinsi Maluku Utara yang berlangsung di Markas Komando Daerah Militer XV/Pattimura, Ambon, Rabu (12/8/2026). Penandatanganan dilakukan Bupati Halut Piet Hein Babua, didampingi Kepala Dinas Pertanian Halut Piet Hein Onthony, SP.

Bupati Piet mengatakan, luas lahan yang dialokasikan untuk Halut menjadi salah satu yang terbesar dibandingkan daerah lain. Halmahera Timur memperoleh 532 hektare dan Halmahera Selatan 301 hektare, dari total alokasi awal untuk Maluku Utara sekitar 1.900 hektare.

Menurutnya, Halut masih memiliki peluang menambah luasan tersebut. Pemerintah daerah diberikan waktu hingga akhir pekan depan untuk mengusulkan tambahan lahan, sementara potensi lahan yang telah teridentifikasi mencapai sekitar 2.980 hektare.

“Khusus untuk Halmahera Utara, Pemda Halut diberikan kesempatan hingga akhir minggu depan untuk mengajukan penambahan luasan lahan guna mengoptimalkan pelaksanaan program tersebut,” ujar Bupati Piet.

Dia menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pertanian dan Pangdam XV/Pattimura atas perhatian terhadap pengembangan sektor pertanian di Halut.

Besarnya alokasi tersebut, kata dia, menunjukkan adanya kepercayaan terhadap potensi Halut sebagai salah satu daerah pengembangan pangan di Maluku Utara.

Salah satu wilayah yang menjadi perhatian adalah Kecamatan Kao Barat. Kawasan ini selama ini berkembang sebagai wilayah pertanian dan banyak dihuni masyarakat transmigran yang telah mengolah lahan.

Bupati Piet meminta pelaksanaan program tidak hanya berorientasi pada pembukaan lahan, tetapi juga memastikan keterlibatan masyarakat lokal dan pendatang secara proporsional.

“Kita harus mulai mengalihkan pola pertanian dari tanaman jangka tahunan ke tanaman jangka pendek,” katanya.

Dia mencontohkan pala, kelapa, dan cengkeh yang selama ini menjadi komoditas utama masyarakat. Namun tanaman tersebut tetap memiliki nilai ekonomi, namun pengembangan sawah dinilai penting untuk melengkapi sektor pertanian melalui produksi pangan jangka pendek.

“Kita harus bergeser kepada tanaman jangka pendek,” ujarnya.

Untuk memastikan program berjalan sesuai sasaran, Bupati meminta Camat Kao Barat, pemerintah desa, para kepala desa, masyarakat, serta jajaran Dinas Pertanian mengambil peran aktif sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan.

Menurutnya, kesiapan lahan dan dukungan masyarakat menjadi faktor penting dalam menentukan keberhasilan program. Karena itu, koordinasi antara pemerintah daerah, tim survei, pemerintah desa, dan petani perlu dilakukan sejak awal.

Sementara Kepala Dinas Pertanian Halut Piet Hein Onthony menyatakan jajarannya siap mendukung pelaksanaan cetak sawah di Kecamatan Kao Barat. Ia menilai keterlibatan pemerintah daerah dan masyarakat sejak tahap awal akan membantu memastikan program berjalan sesuai target.

“Kami menyampaikan optimisme penuh bahwa program ini dapat berjalan lancar dan mencapai sasaran dengan melibatkan Pemerintah Daerah dalam setiap tahapan, memberikan waktu kerja yang memadai kepada tim survei, serta melibatkan masyarakat petani sejak awal,” ujarnya.

Onthony berharap program tersebut tidak berhenti pada proses pembukaan lahan. Setelah sawah tersedia, pengelolaannya harus diarahkan agar produktif dan berkelanjutan sehingga mampu meningkatkan produksi pangan sekaligus memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat di wilayah Kao Barat.(val)