DMI Halut Sambut Positif Cetak Sawah 1.067 Hektare
RadarTimur.id, Tobelo — Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Halmahera Utara menyambut positif program cetak sawah seluas 1.067 hektare yang telah ditandatangani Bupati Halmahera Utara. Program tersebut dinilai sebagai langkah strategis pemerintah daerah dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Ketua DMI Halut, Jamal Dodego, mengatakan ketahanan pangan merupakan salah satu sektor vital dalam membangun ketahanan suatu daerah maupun bangsa. Sehingga harus dimanfaatkan untuk membangun sistem pertanian yang kuat, mandiri, dan berkelanjutan di Halmahera Utara.
“Bagi DMI Halut, langkah yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara ini sangat strategis. Sektor pangan merupakan sektor vital dalam mendukung program ketahanan pangan yang saat ini menjadi salah satu fokus pemerintah,” ujar Jamal.
Dia menjelaskan, kemampuan suatu daerah dalam memenuhi kebutuhan pangannya sendiri akan sangat menentukan daya tahan masyarakat dalam menghadapi berbagai perubahan dan ketidakstabilan di masa depan. Karena itu, pembangunan ketahanan pangan harus dipandang sebagai investasi jangka panjang yang manfaatnya tidak hanya dirasakan generasi saat ini, tetapi juga generasi mendatang.
“Esensi dari pangan adalah menyangkut kedaulatan. Tegak atau runtuhnya suatu bangsa ke depan juga sangat ditentukan oleh seberapa mampu bangsa itu bertahan hidup dalam kondisi peradaban manusia yang terus berubah,” katanya, Sabtu (15/8/2026).
Jamal menilai Halmahera Utara memiliki modal penting untuk membangun sistem lumbung pangan daerah. Salah satunya melalui pengembangan beras Toliwang dari Kecamatan Kao Barat yang selama ini telah dikenal sebagai salah satu potensi pertanian Halut.
Potensi tersebut, kata dia, dapat dikembangkan sebagai plasma dan diperluas ke kecamatan lain yang memiliki potensi lahan serta dukungan sumber air dan irigasi alami.
“Beras Toliwang dari Kao Barat bisa menjadi salah satu plasma untuk dikembangkan ke wilayah lain yang memiliki potensi pertanian. Kita perlu membangun sistem penyebaran lumbung pangan beras di Halmahera Utara,” jelasnya.
Menurut Jamal, penyebaran sentra produksi beras akan memberikan manfaat ganda bagi masyarakat. Selain meningkatkan keterampilan dan keragaman aktivitas bertani, ketersediaan beras lokal juga akan lebih terjamin.
Produksi yang berada lebih dekat dengan masyarakat konsumen juga berpotensi menekan biaya distribusi, terutama biaya transportasi.
“Harapannya masyarakat bisa menikmati beras produksi Halut sendiri yang berkualitas, tetapi dengan harga yang lebih terjangkau karena biaya produksi dan transportasi bisa ditekan,” tuturnya.
Jamal juga menegaskan pembangunan ketahanan pangan tidak terlepas dari peran masjid. Menurutnya, masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat pelaksanaan ibadah mahdhah seperti salat dan zikir, tetapi juga dapat menjadi pusat penguatan semangat jamaah dalam membangun kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.
“Bagi DMI Halut, masjid tidak saja sekadar sarana ibadah mahdhah. Masjid juga harus menjadi spirit iman untuk membangun kegiatan ekonomi masyarakat. Rumah ibadah harus menjadi laboratorium untuk menyalakan semangat jamaah agar bergerak melaksanakan ibadah dalam segala bidang,” pungkasnya.
Lebih lanjut dia berharap program cetak sawah 1.067 hektare tersebut dikawal secara berkelanjutan dengan melibatkan pemerintah, kelompok tani, masyarakat, tokoh agama dan seluruh pemangku kepentingan, sehingga mampu membawa Halmahera Utara semakin dekat dengan kemandirian dan swasembada beras demi kemaslahatan masyarakat.(*)



