DP3AKB Halut Salurkan Bantuan Non Nutrisi dan Jamban Sehat untuk Cegah Stunting di Desa Paca
RadarTimur.id, Tobelo — Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Halmahera Utara bersama Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) menyalurkan bantuan Genting Non Nutrisi sekaligus menyerahkan kunci satu unit jamban sehat kepada warga Desa Paca, Kecamatan Tobelo Selatan, Kamis (13/8/2026).
Penyaluran bantuan tersebut merupakan bagian dari upaya mendukung Program Quick Win Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN, khususnya dalam pencegahan dan percepatan penurunan stunting bagi keluarga sasaran di Halmahera Utara.
Kepala DP3AKB Halut, Julius Garo, mengatakan bantuan itu menjadi salah satu bentuk intervensi pemerintah terhadap keluarga yang membutuhkan dukungan dalam pemenuhan kebutuhan dasar, termasuk sanitasi dan lingkungan tempat tinggal yang sehat.
Menurut Julius, pembangunan jamban sehat melalui Kampung KB ditujukan bagi Keluarga Berisiko Stunting (KRS) dan masyarakat kurang mampu. Penyediaan sanitasi yang layak dinilai penting karena kondisi lingkungan memiliki keterkaitan dengan kesehatan keluarga dan risiko stunting.
“Tujuan dan manfaatnya antara lain memutus rantai penularan penyakit seperti diare dan cacingan, mencegah pencemaran akibat kebiasaan buang air besar sembarangan, mendukung percepatan penurunan angka stunting di Halmahera Utara, meningkatkan derajat kesehatan serta mendorong pola hidup bersih dalam keluarga,” ungkap Julius, di akhir pekan ini.
Dia menjelaskan, program tersebut tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik berupa tangki septik dan sarana pendukung normalisasi kloset. Intervensi juga diintegrasikan dengan program prioritas penanganan keluarga rentan.
Selain pembangunan fasilitas sanitasi, DP3AKB juga mendorong penyuluhan dan edukasi mengenai perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) kepada keluarga penerima manfaat. Edukasi tersebut diharapkan dapat memastikan fasilitas yang telah diberikan digunakan secara tepat dan dirawat secara berkelanjutan.
Julius berharap bantuan satu unit jamban sehat yang telah diserahkan dapat dimanfaatkan oleh keluarga penerima untuk memenuhi kebutuhan sanitasi sehari-hari. Ia juga mengingatkan agar fasilitas tersebut dijaga kebersihannya.
“Setelah diserahkan, kami berharap jamban ini dapat digunakan dan dijaga kebersihannya demi peningkatan kesehatan keluarga dan masyarakat di Desa Paca,” kata Julius.
DP3AKB Halut menilai penyediaan sanitasi layak merupakan salah satu bagian penting dari intervensi berbasis keluarga dalam upaya menekan faktor risiko stunting. Karena itu, sinergi antara pemerintah, PLKB, Kampung KB dan masyarakat dinilai diperlukan agar program dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi keluarga sasaran.(val)



