radartimur.id

Dari Informasi ke Transformasi

Selasa, 18 Agustus 2026

Dinihari, Pendaki Sakit di Gamalama Dibawa ke RSUD Chasan Boesoirie

RadarTimur.di, Ternate — Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi seorang pendaki perempuan yang mengalami gangguan kesehatan saat berada di jalur pendakian Gunung Gamalama, Kota Ternate, Maluku Utara.

Korban, Halida Lasakolah (21), warga Kelurahan Akehuda, akhirnya berhasil dibawa ke RSUD Chasan Boesoirie pada Selasa (18/8/2026) dinihari untuk mendapatkan penanganan medis.

Halida sebelumnya mendaki Gunung Gamalama bersama sejumlah rekannya. Rombongan memulai perjalanan menuju puncak pada Minggu (16/8) sekitar pukul 09.00 WIT dan sempat bermalam di Pos 3 sebelum melanjutkan pendakian pada Senin pagi.

Setelah tiba di kawasan puncak dan menyelesaikan aktivitas, rombongan kemudian memulai perjalanan turun sekitar pukul 11.40 WIT. Namun, kondisi fisik Halida mengalami penurunan ketika rombongan tiba di Pos 5 sehingga korban tidak lagi mampu melanjutkan perjalanan menuju titik awal pendakian.

Rekan-rekan korban kemudian meminta bantuan kepada Kantor SAR Ternate. Tim SAR gabungan langsung bergerak melakukan pencarian dan pertolongan terhadap pendaki tersebut.

Kepala Kantor SAR Ternate Iwan Ramdani melalui Humas Kantor SAR Ternate, Icshan, mengatakan tim SAR gabungan berhasil melakukan intercept terhadap korban di Pos 3 sekitar pukul 16.46 WIT.

“Tim berhasil melaksanakan intercept terhadap korban di Pos 3 pada koordinat 0°48’14.00″N 127°20’48.00″E dan langsung memberikan bantuan medis dasar,” ujar Icshan.

Proses evakuasi kemudian dilakukan dengan menurunkan korban menggunakan tandu dari jalur pendakian menuju Kelurahan Moya. Evakuasi berlangsung hingga dinihari karena kondisi korban yang lemas serta medan pendakian yang membutuhkan kehati-hatian.

“Korban kemudian dievakuasi turun dari Pos 5 ke Kelurahan Moya sekitar pukul 01.55 WIT dinihari dalam kondisi lemas. Proses evakuasi turun berjalan sedikit terhambat karena kondisi medan yang harus penuh kehati-hatian dan kondisi malam hari membuat tim gabungan harus bekerja keras menurunkan korban menggunakan tandu,” jelasnya.

Setibanya di Kelurahan Moya, korban selanjutnya dibawa ke RSUD Chasan Boesoirie. Sekitar pukul 02.18 WIT, tim SAR gabungan tiba di rumah sakit dan menyerahkan Halida kepada pihak rumah sakit serta keluarganya untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Dengan berhasilnya proses evakuasi tersebut, operasi SAR dinyatakan selesai. Seluruh unsur yang terlibat kemudian dikembalikan ke satuan masing-masing.

Icshan menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh unsur yang terlibat dalam proses evakuasi, termasuk petugas kesehatan, pencinta alam dan masyarakat yang turut membantu.

Keberhasilan evakuasi tersebut menunjukkan pentingnya respons cepat dan kerja sama berbagai unsur dalam menghadapi kondisi darurat di jalur pendakian, terlebih ketika proses pertolongan harus dilakukan pada malam hari dengan medan yang cukup berat.(ard)