radartimur.id

Dari Informasi ke Transformasi

Senin, 31 Agustus 2026

33 Tim Lintas Tiga Daerah Ramaikan Bukit Moria Cup I 2026

RadarTimur.id, Tobelo — Bupati Halmahera Utara (Halut) Dr. Piet Hein Babua, membuka Turnamen Bukit Moria Cup I Tahun 2026 di Stadion Pengasihan Pitu Lina Ino, Minggu (30/8/2026).

Turnamen sepak bola tersebut diikuti 33 tim dari Kabupaten Halmahera Utara, Kabupaten Pulau Morotai dan Kabupaten Halmahera Barat. Kompetisi dijadwalkan berlangsung hingga 6 Oktober 2026 dengan total 36 pertandingan dan bonus yang disiapkan mencapai Rp160 juta.

Pembukaan turnamen turut dihadiri Kapolres Halut AKBP Erlichson Pasaribu, Anggota DPRD Provinsi Maluku Utara Dapil Halut-Pulau Morotai Aksandri Kitong, Subdenpom XV/1-1 Tobelo Letda CPM Irwansyah K., Kepala Desa Lina Ino Jon E. Kalidu, Pimpinan Jemaat Bukit Moria Pitu Pdt. Rehnal Mahiku, sejumlah pimpinan OPD, Match Commissioner, perangkat pertandingan, manajer, pelatih, pemain serta masyarakat dan pencinta sepak bola.

Ketua Panitia Sepden Mangeteke mengatakan, pelaksanaan turnamen telah didukung sejumlah kelengkapan administrasi. Di antaranya surat tugas Bupati Halut, rekomendasi Kepala Desa Lina Ino, rekomendasi Askab PSSI Halut serta izin keramaian dari Polres Halut.

Sepden menyampaikan apresiasi kepada Bupati Piet selaku pelindung dan penasihat kegiatan atas dukungan sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan. Apresiasi serupa disampaikan kepada Aksandri Kitong yang disebut terus memberikan pendampingan dan dukungan kepada panitia.

Dukungan juga datang dari Kapolres Halut, Subdenpom XV/1-1 Tobelo, Pemerintah Desa Lina Ino, jajaran OPD, perangkat pertandingan dan perwasitan. Panitia turut mengapresiasi Ernes Kitong atas kontribusinya dalam menyediakan fasilitas tempat duduk dan kenyamanan bagi penonton.

Dukungan warga Jemaat Bukit Moria Pitu juga mendapat apresiasi dari panitia. Menurut Sepden, keterlibatan Pdt. Rehnal Mahiku bersama warga jemaat turut membantu sehingga turnamen dapat terlaksana.

Dalam sambutannya, Bupati Piet mengatakan turnamen sepak bola tidak semata-mata menjadi ajang untuk mengejar kemenangan dan prestasi. Kompetisi juga harus menjadi ruang mempererat silaturahmi, persaudaraan, kebersamaan dan kekeluargaan.

“Sepak bola bukan hanya tentang menang dan kalah, tetapi juga tentang bagaimana kita membangun persaudaraan dan kebersamaan,” ujar Bupati Piet.

Bupati mengingatkan seluruh pemain, pelatih, manajer, Match Commissioner, perangkat pertandingan dan suporter untuk menjunjung sportivitas serta menghormati setiap keputusan perangkat pertandingan. Masyarakat juga diajak menjaga keamanan dan ketertiban selama turnamen berlangsung.

Pembukaan ditandai dengan tendangan bola perdana oleh Bupati Piet. Turnamen Bukit Moria Cup I Tahun 2026 selanjutnya akan bergulir hingga pertandingan final pada 6 Oktober mendatang.(val)