radartimur.id

Dari Informasi ke Transformasi

Rabu, 23 September 2026

Morofest 2026 Targetkan 25.600 Wisatawan, Kelapa Bido Jadi Ikon Festival

RadarTimur.id, Morotai — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pulau Morotai menargetkan 25.600 kunjungan wisatawan dalam pelaksanaan Morotai Festival (Morofest) 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 26–29 Oktober 2026.

Morofest 2026 menjadi bagian dari agenda Kharisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata. Festival tahun ini mengusung tema kearifan lokal berdaya saing global dengan menghadirkan 17 rangkaian kegiatan yang memadukan budaya, pariwisata bahari, ekonomi kreatif, olahraga, seni, hingga kompetisi digital.

Ketua Panitia Morofest 2026 yang juga Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pulau Morotai, Muhammad Umar Ali, mengatakan seluruh rangkaian kegiatan diarahkan terbuka bagi masyarakat umum, baik warga lokal maupun peserta dari luar daerah dan mancanegara.

“Bupati menginstruksikan agar seluruh rangkaian atraksi dan perlombaan dibuka untuk umum secara luas. Siapa saja dapat ambil bagian. Strategi ini menjadi kunci utama kami dalam meningkatkan arus kunjungan wisatawan ke Morotai,” kata Sekda Umar Ali, Selasa (22/9/2027).

Menurutnya, Morofest 2026 juga akan mengangkat Kelapa Bido sebagai salah satu komoditas unggulan khas Morotai. Potensi tersebut akan dipadukan dengan kekayaan bahari, sejarah, budaya, serta perkembangan ekonomi kreatif masyarakat.

Rangkaian kegiatan mencakup parade budaya Nusantara, jalan sehat dan Zumba, Morotai Expo Ekonomi Kreatif dengan menampilkan produk Kelapa Bido, lomba tari tradisional, serta Morotai Fun Run 5K.

Pada sektor bahari, Morofest menghadirkan Fun Dive yang meliputi freedive dan scuba dive, Fishing Tuna Morotai, serta lomba underwater photography. Sementara bidang gastronomi dan seni tradisi diisi festival kuliner tradisional, kreasi olahan ikan tuna, musik tradisional Yanger, dan karaoke.

Untuk generasi muda, panitia menyiapkan lomba mewarnai, kompetisi penulisan cerpen bertema Kelapa Bido, turnamen E-Sport Mobile Legends dan Free Fire, kompetisi film pendek, serta fotografi. Promosi digital juga diperkuat melalui TikTok Challenge yang melibatkan para content creator.

Lanjut dia, Pemkab Pulau Morotai berharap rangkaian Morofest 2026 dapat memperluas promosi destinasi Morotai sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat, terutama pelaku UMKM dan sektor jasa pariwisata.

“Festival ini adalah panggung utama kami untuk memperkenalkan pesona Morotai ke mata dunia. Kami optimistis, hadirnya puluhan ribu pengunjung akan menggerakkan roda perekonomian masyarakat secara nyata,” ujar Umar Ali.(ksm)