Wayamato FC Juara Bukit Moria Pitu Cup I, Bupati Piet Dorong Turnamen Berkelanjutan
RadarTimur.id Tobelo — Wayamato FC keluar sebagai juara Turnamen Sepak Bola Bukit Moria Pitu Cup I Tahun 2026 setelah menundukkan Ashanum 08 melalui adu penalti dengan skor 4-2 pada partai final, Minggu (11/10/2026). Kemenangan itu mengantarkan Wayamato FC membawa pulang hadiah utama sebesar Rp70 juta.
Gelar juara tersebut menjadi penutup persaingan 33 tim yang berlangsung selama 41 hari sejak 30 Agustus 2026. Turnamen perdana ini tidak hanya menghadirkan persaingan antarklub, tetapi juga menjadi ruang bagi pemain lokal untuk menunjukkan kemampuan di lapangan hijau.
Ashanum 08 harus puas di posisi kedua dengan hadiah Rp40 juta. Sementara Hubara dan Marcusilo FC menempati posisi ketiga bersama, masing-masing memperoleh Rp15 juta.
Selain penghargaan bagi tim, panitia juga memberikan apresiasi kepada pemain yang tampil menonjol sepanjang kompetisi. Ronal Kari meraih gelar pencetak gol terbanyak atau top scorer, Ken Pinoa dinobatkan sebagai penjaga gawang terbaik, sedangkan Satria Mamole terpilih sebagai pemain terbaik Bukit Moria Pitu Cup I Tahun 2026.
Bupati Halmahera Utara, Piet Hein Babua, yang menutup turnamen di Lapangan Pengasihan Lina Ino, Desa Pitu, menyampaikan selamat kepada Wayamato FC atas keberhasilan meraih gelar juara. Bupati juga mengapresiasi seluruh tim yang telah berkompetisi hingga pertandingan terakhir.
Dia juga menyampaikan apresiasi kepada ofisial, panitia, perangkat pertandingan, aparat keamanan, serta masyarakat yang telah mendukung jalannya turnamen hingga selesai.
“Keberhasilan penyelenggaraan turnamen tidak hanya diukur dari hasil pertandingan, tetapi juga dari kemampuan seluruh pihak menjaga sportivitas dan keamanan selama kompetisi berlangsung,” tutur dia.
Bupati berharap Bukit Moria Pitu Cup tidak berhenti pada penyelenggaraan perdana, tetapi dapat berkembang menjadi agenda olahraga berkelanjutan di Kabupaten Halmahera Utara.
Pasalnya, kompetisi antarklub seperti ini dapat membuka kesempatan bagi pemain lokal untuk mengasah kemampuan, sekaligus mendukung pembinaan atlet sepak bola di daerah.
“Turnamen seperti ini juga mempererat hubungan antarkampung dan memberikan dampak terhadap aktivitas sosial serta ekonomi masyarakat,” lanjut dia.
Sementara Manager Wayamato, Handri Tonoro, menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan timnya menjuarai Bukit Moria Pitu Cup I Tahun 2026. Menurutnya, gelar tersebut merupakan hasil kerja keras para pemain, dukungan ofisial, serta kekompakan tim selama mengikuti kompetisi.
“Keberhasilan meraih gelar juara menjadi motivasi bagi Wayamato FC untuk terus berbenah dan mempertahankan semangat kompetitif pada turnamen-turnamen berikutnya,” timpal dia.
Sebagaimana diketahui, Panitia merencanakan Bukit Moria Pitu Cup II berlangsung pada Juni 2027. Persiapan untuk edisi berikutnya diharapkan dapat dilakukan lebih baik, dengan partisipasi tim yang lebih luas dan penyelenggaraan yang tetap mengutamakan sportivitas.(val)

