Sejumlah Birokrat Masuk Bursa Calon Ketua IKT Morotai
RadarTimur.id Morotai — Bursa calon Ketua Ikatan Keluarga Tidore (IKT) Kabupaten Pulau Morotai mulai menghangat menjelang Musyawarah ke-V IKT Morotai yang dijadwalkan berlangsung pada 26 September 2026 di Gedung Pertemuan Kantor DPRD Kabupaten Pulau Morotai.
Hingga kini, panitia pelaksana belum merilis daftar kandidat resmi. Namun, sejumlah nama mulai diperbincangkan di tengah komunitas warga Tidore di Morotai dan muncul dalam berbagai unggahan media sosial, termasuk melalui foto reka visual.
Sejumlah figur yang disebut masuk dalam bursa berasal dari latar belakang birokrasi, pemerintahan, hingga lembaga publik. Salah satunya Mahli Aweng yang saat ini menjabat sebagai Kepala Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT). Namanya mulai dikaitkan dengan pencalonan Ketua IKT Morotai.
Selain Mahli, Kepala BPJS Kesehatan Kabupaten Pulau Morotai, Abdul Gani Kahar, juga disebut-sebut sebagai salah satu figur yang berpotensi meramaikan pemilihan.
Nama Anton Abd Karim turut mencuat. Pejabat yang sehari-hari bertugas sebagai Kabag Persidangan DPRD Kabupaten Pulau Morotai itu disebut memiliki pengalaman dalam komunikasi kelembagaan dan dinamika pemerintahan daerah.
Dari kalangan birokrasi, terdapat pula nama Iwan Muraji yang menjabat sebagai Sekretaris Dinas Kominfo Kabupaten Pulau Morotai serta Fahmi Abukasim, mantan Kepala Dinas Perkim Kabupaten Pulau Morotai. Keduanya juga mulai diperbincangkan dalam bursa kepemimpinan organisasi paguyuban tersebut.
Sementara dari kalangan perempuan, nama Nindya Febri Iftika yang kini bertugas di Dinas PUPR Kabupaten Pulau Morotai disebut berpotensi ikut meramaikan kontestasi.
Seorang pemerhati sosial lokal yang meminta namanya tidak disebutkan menilai Musyawarah ke-V IKT Morotai memiliki arti penting bagi konsolidasi warga Tidore di Morotai.
“Musyawarah ke-V IKT Morotai bukan sekadar memilih ketua baru, tetapi juga menjadi momentum konsolidasi warga Tidore untuk menentukan arah organisasi ke depan,” ujarnya.
Dengan jadwal musyawarah yang semakin dekat, perhatian kini tertuju pada mekanisme pencalonan yang akan diterapkan panitia. Keterbukaan mengenai tahapan pendaftaran, persyaratan kandidat, serta mekanisme pemilihan dinilai penting agar seluruh proses berjalan tertib dan dapat diterima para peserta musyawarah.
Siapa saja yang nantinya ditetapkan sebagai calon resmi dan bagaimana proses pemilihannya akan ditentukan dalam Musyawarah ke-V IKT Kabupaten Pulau Morotai pada 26 September 2026.(ksm)

