radartimur.id

Dari Informasi ke Transformasi

Jumat, 25 September 2026

Hadapi Tekanan Harga Pangan, Pemkab Halut Dorong Penguatan Produksi Lokal

RadarTimur.id Tobelo — Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara (Pemkab Halut) mendorong pengendalian inflasi dilakukan sejak dini melalui pemantauan harga, penguatan produksi lokal, pengamanan pasokan, serta kelancaran distribusi barang.

Hal itu disampaikan Bupati Halut Piet Hein Babua saat membuka High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Halut, Kamis (24/9/2026), di Ruang Meeting Fredy Tjandua, Kantor Bupati Halut, Desa Gamsungi, Kecamatan Tobelo.

Mengusung tema “Inflasi Terjaga Langkah Maju Membangun Halmahera Utara”, kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Kasman Hi. Ahmad, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Maluku Utara Fadhil Muhammad, Ketua DPRD Halut Cristina Lesnussa, Kapolres Halut AKBP Erlichson Pasaribu, Ketua PN Tobelo Tri Asnuri Herkutanto, Sekda Halut E.J. Papilaya, serta unsur Forkopimda, para asisten Setda, pimpinan OPD dan instansi vertikal.

Bupati mengatakan pengendalian inflasi tidak boleh menunggu hingga terjadi lonjakan harga. Pemantauan harga harus dilakukan secara rutin untuk mengetahui perkembangan komoditas strategis sekaligus menentukan langkah intervensi pemerintah.

“Kita tidak boleh menunggu sampai harga semakin tinggi baru melakukan intervensi. Pengendalian inflasi harus dilakukan sejak awal melalui pemantauan harga rutin dari minggu ke minggu, penguatan produksi lokal, pengamanan pasokan, kelancaran distribusi, serta kerja sama antardaerah,” ujar Piet.

Menurutnya, tekanan inflasi di Halut masih dipengaruhi harga sejumlah bahan pokok, terutama bawang, cabai dan tomat (Barito). Harga cabai masih relatif tinggi, sementara kondisi cuaca panas dan aktivitas erupsi Gunung Dukono yang terus berlangsung turut menjadi tantangan bagi produksi pertanian dan distribusi logistik.

Di tengah tantangan tersebut, pertumbuhan ekonomi Halut menunjukkan peningkatan signifikan. Berdasarkan evaluasi terbaru BPS, pertumbuhan ekonomi Halut mencapai 11,05 persen, meningkat dibandingkan 3,89 persen pada 2025.

“Lonjakan yang didorong oleh sektor industri dan pertambangan ini diharapkan tidak sekadar menjadi angka statistik, melainkan berdampak nyata pada pendapatan dan daya beli masyarakat,” katanya.

Bupati Piet juga menyoroti potensi produksi pertanian lokal. Berdasarkan pemantauan di sejumlah pasar, komoditas tomat dan cabai yang sebelumnya banyak didatangkan dari luar daerah kini mulai diproduksi secara konsisten oleh petani Halut.

Pemkab Halut, kata dia, akan mendorong keberlanjutan produksi melalui perbaikan pola produksi, pemanfaatan teknologi pertanian, penguatan distribusi, serta dukungan pembiayaan bersama Bank Indonesia dan pelaku usaha.

Dalam kegiatan tersebut, dukungan terhadap sektor pertanian juga ditandai dengan penyerahan bantuan pertanian secara simbolis kepada kelompok tani yang difasilitasi Bank Indonesia Perwakilan Maluku Utara.

Setelah pembukaan selesai sekitar pukul 10.00 WIT, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi dan dialog interaktif antarpemangku kebijakan untuk membahas langkah pengendalian inflasi dan penguatan ekonomi daerah.(val)