Bibit Pala Unggul Bersama UGM Mulai Dibagikan 2027
RadarTimur.id, Tobelo — Bibit pala unggulan melalui sistem kloning yang dikembangkan Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara bersama Universitas Gadjah Mada (UGM) bakal dibagikan kepada petani sekitar April hingga Mei 2027.
Target tersebut disiapkan setelah tim UGM melakukan pengamatan terhadap sejumlah pohon pala unggulan yang tumbuh di wilayah Halmahera Utara.
Dari pengamatan itu, tim UGM telah mengambil sejumlah sampel untuk dibawa ke laboratorium. Sampel tersebut selanjutnya menjalani pengujian sebagai bagian dari proses pengembangan bibit pala melalui sistem kloning yang dinamakan Togama Pala, singkatan dari Tobelo–Gadjah Mada Pala.
Bupati Halmahera Utara Piet Hein Babua mengatakan pengembangan bibit pala bersama UGM diharapkan menghasilkan tanaman dengan produktivitas lebih baik dibandingkan tanaman yang dikembangkan secara biasa.
Selain produktivitas, pemerintah daerah juga menargetkan tanaman hasil pengembangan tersebut memiliki masa berbuah lebih cepat. Dengan karakter tersebut, petani diharapkan dapat memperoleh hasil produksi dalam waktu yang lebih baik.
“Namun, sebelum dibagikan kepada petani, proses pengembangan masih harus melalui tahapan pengujian dan pembibitan. Karena itu, target distribusi pada April hingga Mei 2027 tetap bergantung pada hasil penelitian dan kesiapan produksi bibit,” kata Bupati Piet dalam rapat perdana P4ED di Ruang Meeting Freddy Tjandua, Selasa, 6 Oktober 2026.
Bupati Piet mengatakan Togama Pala juga disiapkan sebagai identitas komoditas pala Halmahera Utara. Identitas tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah membangun pala sebagai salah satu produk unggulan sekaligus memperkuat nilai ekonominya.
Pengembangan bibit unggul tersebut juga berkaitan dengan upaya pemerintah memulihkan perkebunan masyarakat yang terdampak kebakaran akibat kemarau. Bibit pala nantinya dapat menjadi salah satu pilihan untuk mendukung penanaman kembali lahan perkebunan yang mengalami kerusakan.
Menurut Piet, pengembangan pala tidak berhenti pada penyediaan bibit. Pemerintah daerah juga perlu membangun ekosistem pendukung mulai dari budidaya, peningkatan produktivitas, pengolahan hingga pemasaran agar nilai ekonomi komoditas tersebut semakin besar.
“Potensi pala harus dikembangkan secara serius sehingga memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat,” tutup dia.(val)

