21 Hari Hilang di Laut, Nelayan Morotai Ditemukan Kapal Cina 300 Mil dari Titik Awal
RadarTimur.id, Morotai — Kisah luar biasa kembali datang dari laut Maluku Utara. Seorang nelayan asal Desa Sambiki, Kecamatan Morotai Timur, Kabupaten Pulau Morotai, yang dinyatakan hilang saat melaut, akhirnya ditemukan dalam kondisi selamat setelah bertahan selama 21 hari di tengah laut.
Nelayan tersebut bernama Kamaludin Bunga alias Fony (41). Dia dilaporkan pergi melaut menuju rumpon pada Selasa, 16 September 2026 sekitar pukul 03.00 WIT. Namun, setelah itu Kamaludin tidak kunjung kembali sehingga keluarga mulai diliputi kekhawatiran.
Harapan keluarga kembali muncul pada Rabu, 7 Oktober 2026. Kamaludin diketahui telah ditemukan dan dievakuasi oleh sebuah kapal berbendera Tiongkok yang sedang melintas di perairan lepas.
Kabar keselamatan Kamaludin sebelumnya dikonfirmasi pihak keluarga setelah mereka sempat melakukan panggilan video dengan korban. Dalam komunikasi tersebut, Kamaludin disebut berada dalam kondisi selamat dan sehat.
Kanit Basarnas Morotai Operasi/Unit, Hidayat D. Hatari, membenarkan adanya informasi tersebut. Namun, Basarnas masih melakukan pengumpulan data untuk memastikan seluruh kronologi, termasuk identitas kapal yang mengevakuasi Kamaludin.
“Kami masih mengumpulkan data dan informasi. Keterangan awal menyebutkan korban ditemukan oleh kapal Cina yang sedang dalam perjalanan menuju Tiongkok, sekitar 300 mil dari titik awal,” ujar Hidayat, Rabu (7/10/2026).
Menurut informasi awal yang diterima petugas, kapal tersebut kini masih melanjutkan perjalanan menuju Tiongkok dengan membawa Kamaludin. Nama kapal, posisi terakhir, serta titik pasti korban ditemukan belum dapat dipastikan karena masih menunggu verifikasi lebih lanjut.
Basarnas Morotai selanjutnya akan meneruskan informasi tersebut ke Basarnas Command Center (BCC) di pusat. Koordinasi juga akan dilakukan dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia dan pihak berwenang di Tiongkok untuk memastikan keberadaan kapal serta menyiapkan proses penanganan dan pemulangan korban.
Kasus Kamaludin menambah daftar kisah nelayan asal Maluku Utara yang mampu bertahan hidup dalam kondisi ekstrem di laut. Sebelumnya, Esau Sidemo (57), warga Kecamatan Batang Dua, Kota Ternate, juga mengalami kejadian serupa setelah terombang ambing di laut selama 26 hari dan ditemukan dalam kondisi selamat oleh sebuah kapal berbendera Prancis.(ksm)

