radartimur.id

Dari Informasi ke Transformasi

Rabu, 7 Oktober 2026

Jalin Kerja Sama, Kadin Malut Salurkan Beasiswa Mahasiswa Unkhair dan Unutara

CREATOR: gd-jpeg v1.0 (using IJG JPEG v62), quality = 85?

RadarTimur.id, Ternate — Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Maluku Utara menyalurkan beasiswa kepada mahasiswa Universitas Khairun (Unkhair) dan Universitas Nahdlatul Ulama Maluku Utara (Unutara). Program tersebut menjadi bagian dari penguatan kerja sama dunia usaha dengan perguruan tinggi di Maluku Utara.

Penyerahan beasiswa berlangsung di Ruang Senat Unkhair, lantai 3 Gedung Rektorat, Kampus II Unkhair, Ternate, Rabu (7/10/2026). Kegiatan dirangkaikan dengan penandatanganan kerja sama antara Unkhair dan Kadin Malut, serta Unkhair dan Unutara.

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Kerja Sama dan Alumni Unkhair, H. Jamal H. Arsad, SH., MH., mengapresiasi perhatian Kadin Malut terhadap keberlanjutan pendidikan mahasiswa di Maluku Utara.

Jamal mengatakan dukungan beasiswa dari dunia usaha semakin dibutuhkan seiring berkurangnya kuota bantuan pendidikan. Tahun ini, penerima KIP-K di Unkhair tercatat hanya 578 mahasiswa, jauh di bawah jumlah penerima pada tahun-tahun sebelumnya yang dapat mencapai lebih dari 1.000 mahasiswa.

“Kami berharap ke depan Pak Ketua dan jajaran Kadin memberikan perhatian kepada Unkhair maupun universitas lainnya, terutama dalam hal beasiswa,” kata Jamal.

Unkhair, lanjutnya, terus membangun komunikasi dengan berbagai mitra strategis, termasuk perusahaan dan pemerintah daerah, untuk memperluas akses pembiayaan pendidikan bagi mahasiswa.

Dukungan terhadap pendidikan, menurut Jamal, merupakan bagian dari investasi jangka panjang dalam membangun sumber daya manusia (SDM). Hal itu penting bagi Maluku Utara yang selama ini memiliki kekayaan sumber daya alam (SDA), terutama dari sektor pertambangan dan pengolahan mineral.

“Suatu saat sumber daya alam akan habis. Namun, jika sumber daya manusia terus diperkuat, kita tetap bisa survive,” ujarnya.

Sementara itu, Plt. Rektor Unutara, Sunaidin Ode Mulae, S.S., M.Hum., mengatakan delapan mahasiswa Unutara yang menerima beasiswa Kadin sebelumnya belum memperoleh bantuan pendidikan lainnya.

“Memang murni mereka dari keluarga miskin. Rata-rata desil kami 1 sampai 4. Ada juga desil 5 sampai ke atas yang tidak mendapatkan beasiswa,” katanya.

Sunaidin menyebutkan kuota KIP di Unutara tahun ini turun menjadi sekitar 20 mahasiswa dari sebelumnya yang berkisar 50 hingga 70 penerima. Kondisi tersebut membuat masih banyak mahasiswa membutuhkan dukungan pembiayaan pendidikan.

“Masih ada sekitar 100 mahasiswa yang belum ada beasiswa untuk angkatan pertama. Ini yang juga kami pikirkan ke depan,” ujarnya.

Ketua Kadin Maluku Utara, Muksin Thalib, mengatakan pemberian beasiswa merupakan bagian dari investasi sumber daya manusia dan bukan sekadar kegiatan sosial.

Dia berpesan kepada mahasiswa penerima beasiswa agar memanfaatkan bantuan tersebut secara bertanggung jawab dengan meningkatkan prestasi, kompetensi dan kesiapan menghadapi dunia kerja.

Muksin menambahkan, Kadin Maluku Utara akan terus mendorong kolaborasi dengan perguruan tinggi melalui berbagai program, mulai dari beasiswa, magang, pelatihan, sertifikasi kompetensi dan inkubasi bisnis hingga membuka peluang penyerapan tenaga kerja.

Kerja sama tersebut diharapkan dapat memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan dunia usaha sekaligus menciptakan sumber daya manusia Maluku Utara yang lebih siap memasuki dunia kerja dan mengembangkan usaha.(ard)