radartimur.id

Dari Informasi ke Transformasi

Kamis, 8 Oktober 2026

Gunung Dukono Masih Waspada, 1.642 Gempa Letusan Terekam

RadarTimur.id, Tobelo — Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara masih berstatus Level II (Waspada), dengan aktivitas letusan yang masih berlangsung dan kolom abu mencapai ketinggian 900 meter dari puncak.

Dalam kondisi tersebut, masyarakat, pengunjung dan wisatawan masih dilarang melakukan aktivitas, pendakian maupun mendekati Kawah Malupang Warirang dalam radius empat kilometer.

Ketentuan tersebut merupakan rekomendasi Badan Geologi berdasarkan hasil evaluasi aktivitas Gunung Dukono hingga 30 September 2026 yang dituangkan dalam laporan Nomor 1691.Lap/GL.03/BGL/2026 tertanggal 6 Oktober 2026.

Selama periode pengamatan 16–30 September 2026, Badan Geologi mencatat 1.642 kali gempa letusan. Selain itu, terekam 75 gempa Low Frequency (LF), enam gempa Vulkanik Dangkal, tiga gempa Tektonik Lokal, 32 gempa Tektonik Jauh dan 15 kali Tremor Menerus dengan amplitudo 1–16 milimeter, dominan 12 milimeter.

Secara visual, kolom abu letusan dan asap kawah utama teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tipis, sedang hingga tebal. Kolom letusan tertinggi mencapai 900 meter dari puncak, sementara arah sebaran abu mengikuti arah dan kecepatan angin.

Badan Geologi menyatakan aktivitas kegempaan Gunung Dukono masih didominasi gempa letusan, Low Frequency, Tektonik Jauh dan Tremor Menerus. Kondisi tersebut mengindikasikan suplai atau migrasi magma dari kawah masih berlangsung, disertai pelepasan gas dan material vulkanik ke permukaan.

Badan Geologi juga mengingatkan bahwa sebaran abu vulkanik dapat berubah-ubah mengikuti arah dan kecepatan angin. Masyarakat di sekitar Gunung Dukono diminta selalu menyediakan masker atau penutup hidung dan mulut untuk mengurangi risiko paparan abu terhadap sistem pernapasan.

Selain hujan abu, potensi bahaya sekunder berupa aliran lahar juga perlu diwaspadai, terutama di sepanjang Sungai Mamuya di sektor utara serta Sungai Mede dan Tauni di sektor timur laut yang berhulu di kawasan puncak Gunung Dukono.

Pemerintah daerah bersama BPBD Provinsi Maluku Utara dan Kabupaten Halmahera Utara diminta terus berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Api Dukono di Desa Mamuya, Kecamatan Galela, maupun Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi di Bandung.

Status Gunung Dukono tetap Level II (Waspada) dan akan dievaluasi secara berkala atau apabila terjadi perubahan aktivitas yang signifikan. Laporan evaluasi tersebut ditandatangani Kepala Badan Geologi Lana Saria.(red)