Jejak Panjang Naswin Rowo Menjadi Wakil Rakyat
RadarTimur.id, Morotai – Desa Daeo, salah satu desa tertua di Kabupaten Pulau Morotai, menyimpan banyak kisah perjuangan anak-anak negeri yang menapaki jalan panjang meraih cita-cita. Dari desa ini pula lahir Naswin Rowo, putra pasangan petani sawah dan kelapa, Amin Rowo dan Salmah Suje, yang kini resmi duduk sebagai Anggota DPRD Kabupaten Pulau Morotai.
Perjalanan hidup Naswin ditempa oleh kerja keras, kegigihan, dan konsistensi. Sosok kelahiran 1985 ini menjadi bukti nyata bahwa mimpi besar bisa lahir dari desa kecil.
Sejak kecil, Naswin ditempa di lingkungan sederhana. Pendidikan dasar dijalani di SD Inpres Daeo, lalu melanjutkan ke MTs Negeri Gotalamo. Menyadari pentingnya pendidikan, orang tua mendukung penuh keinginannya menimba ilmu lebih tinggi. Dirinya pun menyeberang ke Ternate, bersekolah di SMA Negeri 1 Kota Ternate, lulus tahun 2004, dan menyelesaikan studi S1 di Universitas Khairun (Unkhair) pada 2009.
Setelah meraih gelar sarjana, Naswin memilih pulang kampung. Alih-alih mencari kenyamanan di kota, dirinya kemudian mengabdikan diri sebagai tenaga sukarela di Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Morotai, yang baru terbentuk pasca-pemekaran 2008. Tahun 2012, dedikasi itu berbuah kepercayaan karena diangkat menjadi Sekretaris Desa Daeo oleh almarhum Kepala Desa Ramjan Banyo. Setahun berselang, ketika Desa Daeo dimekarkan, Bupati Rusli Sibua menunjuknya sebagai carateker Kepala Desa Daeo Majiko pertama.
Dedikasi sebagai Pendamping Desa
Naswin dikenal luas masyarakat ketika lolos seleksi Pendamping Desa Kementerian Desa RI pada 2015. Hampir sepuluh tahun turun langsung mendampingi desa-desa di Morotai, membantu administrasi, perencanaan, hingga program pemberdayaan masyarakat.
“Beliau selalu sabar, mau mendengar, dan tidak segan turun langsung ketika desa kesulitan,” kenang salah satu kepala desa di Morotai. Sosok sederhana itu terus melekat hingga kini, meski jabatannya sudah lebih tinggi.
Jalan Politik yang Penuh Liku
Naswin bukan orang baru di politik karena tercatat sebagai kontestan Pileg 2019 dan 2024. Meski dua kali gagal, kontribusi suaranya penting bagi PKB Morotai. Pada 2019, PKB berhasil mempertahankan 1 kursi DPRD, dan pada 2024 jumlah kursi meningkat menjadi 2.
Namun, kegagalan demi kegagalan sempat membuatnya berpikir mengubah haluan hidup. Dia mencoba mengikuti seleksi PPPK 2024 untuk fokus di jalur birokrasi. Sayangnya, karena persoalan dokumen honorer yang dinyatakan tidak lengkap, akhirnya gugur di tahap administrasi.
“Waktu itu saya sempat kecewa, tapi saya percaya rezeki tidak akan ke mana. Ternyata Allah punya rencana lain,” ungkap, Naswin.
Kehilangan Sahabat, Mendapat Amanah Baru
Pada Mei 2025, kabar duka datang dari Tanah Suci. Suaib Hi. Kamel, Anggota DPRD Morotai sekaligus Ketua DPC PKB, wafat ketika menunaikan ibadah haji. Bagi Naswin, almarhum bukan sekadar kolega politik, tapi juga sahabat seperjuangan membesarkan PKB sejak 2014.
“Saya merasa sangat kehilangan. Beliau adalah sosok yang mengibarkan bendera PKB di Morotai. Tapi tugas partai tidak boleh berhenti, harus ada yang melanjutkan,” ucapnya penuh haru.
Sepeninggal Suaib, DPW PKB Maluku Utara menunjuk Naswin sebagai Ketua DPC PKB Morotai. Tak hanya itu, dia juga direkomendasikan menjadi PAW anggota DPRD menggantikan sahabatnya yang berpulang. Setelah proses administrasi selama tiga bulan, akhirnya resmi dilantik pada Senin (1/9/2025).
Dari Desa untuk Morotai
Pelantikan itu menandai babak baru perjalanan panjang Naswin Rowo. Dari seorang anak desa, tenaga sukarela, sekretaris desa, hingga pendamping desa, kini, duduk di kursi legislatif.
“Terima kasih kepada Ketua DPW dan Ketua Umum DPP PKB Gus Muhaimin Iskandar atas kepercayaan ini. Saya berjanji amanah ini akan saya gunakan untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat Morotai, khususnya desa-desa,” lanjutnya.
Kini, dari sawah dan kebun kelapa di Desa Daeo, langkah Naswin Rowo berlanjut ke ruang sidang parlemen. Sebuah perjalanan panjang yang menjadi inspirasi, bahwa kerja keras, kesabaran, dan dedikasi akan menemukan jalannya sendiri.(*)
Reporter: Kasim Bungan
Editor: Muhammad Rizal


Tinggalkan Balasan