radartimur.id

Dari Informasi ke Transformasi

Kamis, 9 Juli 2026

Pemprov Malut dan FKUB Sinkronisasi Pergub Penguatan Kerukunan Umat Beragama

RadarTimur.id, Ternate – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Maluku Utara bersama Pemerintah Provinsi Maluku Utara resmi menggelar sinkronisasi Peraturan Gubernur (Pergub) tentang kolaborasi penguatan kerukunan umat beragama. Kegiatan ini berlangsung di lantai 3 Kieraha V Muara Hotel, Jumat (19/09/2025).

Wakil Gubernur Maluku Utara, KH Sarbin Sehat, dalam sambutannya menegaskan bahwa sinkronisasi Pergub ini merupakan langkah penting sebagai payung hukum dalam menjaga kerukunan antarumat beragama.

Kata dia, regulasi ini tidak hanya memperkuat program nasional, tetapi juga diharapkan mampu mempererat tata kelola sosial serta menumbuhkan toleransi di Maluku Utara.

“Tujuan dari sinkronisasi Pergub ini sebagai pedoman hidup rukun umat beragama. Regulasi ini juga akan menjadi rujukan dalam penyelesaian berbagai persoalan sosial, sehingga Maluku Utara tetap hidup harmonis,” ujar Sarbin.

Dia menambahkan, meski ada hasil riset yang menilai Maluku Utara termasuk daerah intoleran, namun kenyataan di lapangan menunjukkan masyarakat tetap hidup rukun tanpa membedakan keyakinan.

Sementara itu, Ketua FKUB Maluku Utara, Adnan Mahmud, menjelaskan bahwa regulasi khusus mengenai kerukunan umat beragama di Malut memang belum pernah ada. Selama ini, aturan yang berlaku hanya Pergub Nomor 17 Tahun 2010 tentang pembentukan FKUB provinsi dan kabupaten/kota, yang merujuk pada Peraturan Bersama Menteri Agama Nomor 9 dan Menteri Dalam Negeri Nomor 8 Tahun 2006.

“Karena belum ada regulasi yang mengatur secara khusus kerukunan umat beragama, maka Pergub ini hadir untuk menjawab kebutuhan itu. Bahkan sebelumnya sempat diusulkan Perda, namun karena prosesnya lama, disepakati dibuat Pergub agar lebih cepat diterapkan,” jelas Adnan.

Lanjutnya, FKUB Maluku Utara telah membentuk tim kecil untuk menyusun draf Pergub yang kini sedang difinalisasi. Prosesnya dilakukan melalui serangkaian diskusi dengan melibatkan tokoh agama dan akademisi, hingga pada pertemuan kali ini dilakukan sinkronisasi bersama.(abd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini