radartimur.id

Dari Informasi ke Transformasi

Minggu, 4 Oktober 2026

Bupati Piet Terima Perwakilan Kedubes Singapura, Pastikan Penanganan Korban Erupsi Dukono Berjalan Maksimal

RadarTimur.id, Halut – Piet Hein Babua bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara menegaskan komitmen penuh dalam penanganan dampak erupsi Gunung Dukono yang telah menelan tiga korban jiwa, termasuk dua warga negara asing.

Di tengah proses pencarian korban yang masih berlangsung, Bupati Halut menerima langsung dua perwakilan Kedutaan Besar Singapura di Kantor Bupati Halmahera Utara, Sabtu (09/05/2026).

Pertemuan tersebut berlangsung sekitar pukul 12.25 WIT dan dilanjutkan dengan rapat koordinasi bersama unsur Forkopimda Halut untuk membahas perkembangan terbaru penanganan korban, termasuk warga negara Singapura yang telah dievakuasi dari kawasan terdampak.

Dalam pertemuan itu, Bupati Piet Hein Babua menyampaikan bahwa pemerintah daerah bergerak cepat sejak awal kejadian dengan memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan optimal, baik dari sisi keselamatan, kesehatan, maupun dukungan logistik.

“Pemerintah daerah langsung mengambil langkah cepat dan bertanggung jawab penuh terhadap para korban. Kami menyiapkan fasilitas akomodasi dan transportasi hingga mereka diberangkatkan menuju Ternate dengan aman,” ujarnya.

Dia menjelaskan, proses pemulangan korban dilakukan melalui jalur darat menggunakan armada bus Dinas Pariwisata dari Tobelo menuju Sofifi, sebelum dilanjutkan ke Ternate dengan pendampingan penuh tim Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara.

“Sejak dari Tobelo hingga tiba di bandara, seluruh proses pendampingan dilakukan oleh tim pemerintah daerah,” tambahnya.

Bupati juga menegaskan bahwa pemerintah daerah memiliki tanggung jawab terhadap seluruh pihak yang berada di wilayah Halmahera Utara, termasuk wisatawan dan warga negara asing.

“Siapa pun yang berada di wilayah Halmahera Utara wajib kami lindungi. Pemerintah daerah bertanggung jawab memastikan keamanan, keselamatan, dan kesehatan mereka selama berada di negeri Hibualamo,” tegasnya.

Sementara itu, operasi pencarian dan evakuasi korban lainnya masih terus dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, relawan, dan unsur terkait lainnya. Pemkab Halut memastikan seluruh dukungan logistik dan operasional di lapangan terus dimaksimalkan.

Meski aktivitas vulkanik Gunung Dukono masih fluktuatif dan kondisi cuaca tidak menentu, pemerintah daerah menegaskan bahwa aspek keselamatan personel tetap menjadi prioritas utama dalam operasi kemanusiaan tersebut.

“Kondisi di wilayah Dukono masih sangat berisiko. Namun upaya evakuasi terus dilakukan dengan tetap memperhatikan keselamatan seluruh tim di lapangan,” kata Bupati.(kro)