FAMUL Dukung Rencana Pinjaman Rp1 Triliun Pemprov Malut untuk Percepatan Infrastruktur
RadarTimur.id, Tobelo – Rencana Pemerintah Provinsi Maluku Utara mengajukan pinjaman daerah sebesar Rp1 triliun untuk mempercepat pembangunan infrastruktur mendapat dukungan dari Forum Angkatan Muda Loloda (FAMUL) Maluku Utara.
Organisasi kepemudaan itu menilai kebijakan yang digagas Gubernur Sherly Tjoanda dan Wakil Gubernur KH. Sarbin Sehe merupakan langkah strategis untuk mempercepat pemerataan pembangunan di tengah keterbatasan fiskal daerah.
Ketua FAMUL Maluku Utara, Maykelo Moreng, mengatakan pembangunan infrastruktur, terutama jalan dan jembatan, merupakan kebutuhan mendesak yang tidak dapat terus ditunda.
Menurutnya, keberanian pemerintah mengambil keputusan tersebut patut diapresiasi karena diarahkan untuk kepentingan masyarakat.
“Di tengah berbagai tantangan fiskal yang dihadapi daerah, keberanian mengambil keputusan untuk membangun infrastruktur dasar patut diapresiasi,” kata Maykelo, Minggu (2/8/2026).
Dia menegaskan, pembangunan jalan dan jembatan bukan sekadar proyek fisik, melainkan investasi jangka panjang yang akan memberikan dampak luas terhadap pertumbuhan ekonomi, peningkatan mobilitas masyarakat, serta pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Maluku Utara.
“Bukan sekadar proyek fisik, tetapi investasi jangka panjang yang akan mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan mobilitas masyarakat, dan memperkuat pemerataan pembangunan,” ujarnya.
Menurut Maykelo, masyarakat Loloda Utara telah lama menantikan pembangunan ruas jalan sepanjang 18 kilometer yang menjadi salah satu prioritas pemerintah. Selama ini, keterbatasan akses jalan menjadi kendala bagi aktivitas ekonomi, distribusi hasil pertanian dan perikanan, serta pelayanan pendidikan dan kesehatan.
Dia meyakini pembangunan jalan tersebut akan membuka akses ekonomi baru, memperlancar arus barang dan jasa, sekaligus meningkatkan konektivitas antarwilayah yang selama ini masih terbatas.
Lebih lanjut dia mengatakan, FAMUL berharap seluruh rencana pembangunan yang dibiayai melalui skema pinjaman daerah dapat dilaksanakan secara tepat sasaran, transparan, dan akuntabel sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
“Bagi masyarakat Loloda Utara, jalan dan jembatan bukan hanya infrastruktur, tetapi jalan menuju kesejahteraan, keadilan pembangunan, dan masa depan yang lebih baik,” tutur Maykelo.
Bahkan mengajak seluruh elemen masyarakat Maluku Utara untuk bersama-sama mengawal pelaksanaan program pembangunan tersebut agar berjalan sesuai perencanaan.
“Kami mengajak seluruh masyarakat Maluku Utara mendukung sekaligus mengawal kebijakan pembangunan infrastruktur yang dipimpin Gubernur Sherly Tjoanda dan Wakil Gubernur KH. Sarbin Sehe. Dukungan dan pengawasan masyarakat akan menjadi kunci agar manfaat pembangunan benar-benar dirasakan rakyat,” tutupnya.(val)

