Akses Terputus, Warga Wai Ina Andalkan Jalur Pantai Menuju Desa Kabau
RadarTimur.id, Sanana – Warga Desa Wai Ina, Kecamatan Sulabesi Barat, Kabupaten Kepulauan Sula, kembali mempertanyakan realisasi pembangunan jalan dan jembatan penghubung menuju Desa Kabau yang merupakan ibu kota kecamatan.
Hingga kini, akses tersebut belum memadai sehingga warga masih harus menyusuri pantai untuk menjalankan berbagai aktivitas.
Padahal, pembukaan badan jalan menuju Desa Kabau beberapa tahun lalu telah dikerjakan oleh CV Drie Karya Cemerlang dengan nilai anggaran sekitar Rp3,5 miliar. Namun, berdasarkan pantauan di lapangan, ruas jalan tersebut belum ditingkatkan menjadi hotmix dan tidak mendapatkan pemeliharaan, sehingga mengalami kerusakan dan tidak lagi dapat dilalui masyarakat.
Salah seorang warga Desa Wai Ina, Ridam, mengatakan masyarakat merasa diabaikan karena hingga saat ini belum memiliki jalan dan jembatan yang layak sebagai akses utama menuju ibu kota kecamatan.
“Kalau kami hendak ke ibu kota kecamatan, kami harus menyusuri pantai karena tidak ada jalan dan jembatan penghubung. Ada Sungai Wai Uwagoi yang tidak bisa diseberangi ketika muaranya meluap atau saat air laut pasang. Kami hanya bisa menyeberang ketika air laut surut,” kata Ridam, Kamis (6/8/2026).
Menurut Ridam, kondisi tersebut telah berlangsung selama bertahun-tahun dan sangat menyulitkan aktivitas masyarakat. Karena itu, Ridam meminta Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sula maupun Pemerintah Provinsi Maluku Utara segera membangun jalan dan jembatan penghubung yang layak.
“Kami berharap ada perhatian dari Pemerintah Provinsi Maluku Utara karena ruas jalan lintas Kecamatan Sulabesi Barat merupakan jalan provinsi. Masyarakat sudah lama menunggu pembangunan jalan dan jembatan ini,” lanjut Ridam.
Keluhan serupa disampaikan warga lainnya, Yana. Menurut Yana, belum tersedianya jalan dan jembatan penghubung tidak hanya menghambat mobilitas warga, tetapi juga berdampak pada aktivitas ekonomi dan pelayanan dasar.
“Mobilitas masyarakat Kabau dan Wai Ina menjadi terhambat. Pengangkutan hasil pertanian sulit dilakukan, begitu juga akses menuju fasilitas kesehatan,” ujar Yana.
Lebih lanjut dia mengatakan, warga berharap pemerintah segera merealisasikan pembangunan jalan dan jembatan penghubung sebagai bagian dari pemerataan pembangunan infrastruktur. Dengan tersedianya akses yang layak, masyarakat di Kecamatan Sulabesi Barat diharapkan dapat menikmati transportasi yang lebih aman, lancar, dan mendukung aktivitas ekonomi maupun pelayanan publik.(var)

