radartimur.id

Dari Informasi ke Transformasi

Kamis, 6 Agustus 2026

Warga 10 Desa di Loloda Tengah Antusias Sambut Rencana Trayek KM Sabuk Nusantara 35

RadarTimur.id, Jailolo – Warga dari 10 desa di Kecamatan Loloda Tengah (Lodteng), Kabupaten Halmahera Barat, mulai mempersiapkan berbagai kebutuhan pendukung menyusul rencana dibukanya trayek KM Sabuk Nusantara 35 yang akan berlabuh di Teluk Barataku.

Meski usulan penambahan trayek masih diperjuangkan Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat bersama KUPP Kelas III Jailolo, masyarakat menunjukkan antusiasme tinggi menyambut kehadiran kapal perintis tersebut.

Antusiasme itu terlihat dalam pertemuan yang digelar pada Rabu (5/8), melibatkan pemerintah kecamatan, seluruh kepala desa se-Loloda Tengah, perwakilan KUPP Kelas III Jailolo, serta para pemilik longboat. Pertemuan tersebut membahas berbagai persiapan teknis guna mendukung operasional kapal saat mulai melayani masyarakat.

Koordinator Wilayah Kerja Pelabuhan Kedi yang juga perwakilan KUPP Kelas III Jailolo, Matias Masanae, mengatakan salah satu kesepakatan penting adalah mekanisme pelayanan penumpang dan barang saat kapal berlabuh di Teluk Barataku.

“Karena belum tersedia dermaga yang memadai untuk kapal bersandar langsung, disepakati akan digunakan sistem angkutan penghubung menggunakan kapal pelra atau perahu panjang milik masyarakat,” kata Matias usai memimpin rapat.

Dia menjelaskan, para pemilik perahu di Loloda Tengah telah berkomitmen memberikan pelayanan secara tertib dengan mengutamakan keselamatan penumpang maupun barang selama proses perpindahan dari kapal perintis ke daratan.

“Masyarakat Loloda Tengah sangat bahagia dengan rencana kedatangan kapal perintis ini. Karena itu, seluruh pihak siap terlibat agar pelayanan berjalan aman dan lancar. Ini bukan hanya tugas petugas pelabuhan, tetapi tanggung jawab bersama,” ujarnya.

Menurut Matias, hasil kesepakatan bersama beserta kesiapan teknis masyarakat akan disusun dalam laporan resmi yang akan disampaikan kepada Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melalui Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut sebagai bahan pertimbangan persetujuan deviasi jalur sekaligus penetapan rute baru KM Sabuk Nusantara 35.

“Kesimpulannya, warga di 10 desa sudah siap. Mereka berharap jalur ini segera dibuka karena tidak ingin lagi menghadapi risiko menyeberang menggunakan perahu kecil menuju pelabuhan lain hanya untuk memenuhi kebutuhan dasar,” katanya.

Penetapan Teluk Barataku sebagai titik labuh merupakan tindak lanjut dari survei kedalaman laut yang dilakukan tim konsultan PT Rayasurverindo Tirtasarana atas permintaan KUPP Kelas III Jailolo. Langkah tersebut sekaligus menjadi respons atas aspirasi masyarakat yang sebelumnya sempat melakukan aksi pencegatan kapal perintis sebagai bentuk protes terhadap terbatasnya akses transportasi laut di wilayah Loloda Tengah.(ard)