radartimur.id

Dari Informasi ke Transformasi

Rabu, 12 Agustus 2026

Sultan Ternate Terima Peneliti Helsinki University, Sejarah dan Budaya Jadi Perhatian Dunia

RadarTimur.id, Ternate — Kesultanan Ternate kembali menjadi ruang penting dalam penggalian pengetahuan mengenai sejarah, adat, budaya, dan kehidupan keagamaan Maluku Utara.

Sultan Ternate Hidayatullah Sjah II, kemarin, menerima kunjungan dua peneliti dari Helsinki University, Finlandia, Prof. Timo Kaartinen dan Prof. Elina Grundstrom.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya memperdalam pemahaman mengenai Maluku Utara, terutama berbagai aspek kehidupan masyarakat yang terbentuk melalui perjalanan sejarah panjang kawasan kepulauan tersebut.

Pertemuan dengan Sultan Ternate menjadi penting karena Kesultanan Ternate memiliki posisi sentral dalam sejarah Maluku Utara. Jejak Kesultanan tidak hanya berkaitan dengan pemerintahan tradisional, tetapi juga menyimpan pengetahuan tentang adat, hubungan sosial masyarakat, perkembangan agama, hingga interaksi Maluku Utara dengan dunia luar.

Kehadiran dua akademisi dari Finlandia menunjukkan bahwa Maluku Utara memiliki kekayaan pengetahuan yang menarik perhatian dunia akademik internasional. Sejarah kawasan ini tidak berdiri sendiri, melainkan terhubung dengan berbagai perubahan besar yang pernah berlangsung di jalur perdagangan dunia.

Maluku Utara bahkan telah dikenal bangsa-bangsa Eropa sejak beberapa abad silam. Kepulauan ini menjadi salah satu kawasan penting dalam sejarah perdagangan rempah-rempah dunia, terutama karena cengkih yang tumbuh di wilayah Maluku memiliki nilai ekonomi sangat tinggi pada masa itu.

Warisan sejarah tersebut membuat Maluku Utara memiliki posisi yang berbeda dibandingkan sekadar daerah dengan potensi sumber daya alam dan pertumbuhan ekonomi. Di balik geliat pertambangan, industri, dan investasi yang berkembang dalam beberapa tahun terakhir, terdapat kekayaan sejarah dan kebudayaan yang telah membentuk identitas masyarakat selama berabad-abad.

Karena itu, perhatian terhadap sejarah, adat, budaya, dan agama menjadi penting agar pembangunan Maluku Utara tidak hanya diukur melalui angka pertumbuhan ekonomi. Kemajuan daerah juga perlu berjalan beriringan dengan upaya merawat identitas dan warisan budaya yang menjadi bagian dari perjalanan panjang masyarakat Maluku Utara.

Kunjungan peneliti Helsinki University tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa Maluku Utara masih memiliki banyak pengetahuan dan cerita sejarah yang relevan untuk dikaji. Pengalaman masa lalu, tradisi masyarakat, serta hubungan Maluku Utara dengan dunia internasional menjadi bagian dari kekayaan yang dapat terus dipelajari dan diperkenalkan kepada masyarakat luas.

Dalam konteks tersebut, Kesultanan Ternate bukan sekadar simbol masa lalu. Kesultanan tetap menjadi salah satu pintu penting untuk memahami bagaimana sejarah, adat, budaya, dan agama berkembang serta membentuk karakter Maluku Utara hingga saat ini.(ard)