Anggaran Sistem Irigasi Halut Tembus Rp100 Miliar
RadarTimur.id, Tobelo — Dukungan pemerintah pusat untuk pembangunan dan perbaikan sistem irigasi di Kabupaten Halmahera Utara (Halut) tahun 2026 mencapai lebih dari Rp100 miliar. Anggaran tersebut diarahkan untuk memperkuat infrastruktur pengairan sekaligus mendukung program pencetakan sawah baru seluas 1.067 hektare di daerah itu.
Komitmen tersebut mengemuka dalam audiensi dan koordinasi Bupati Halut Piet Hein Babua dengan Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku Utara M. Saleh Talib beserta jajaran di kantor BWS Maluku Utara, Kamis (13/8/2026). Pertemuan turut didampingi Kepala Dinas Pertanian Halut Piet Hein Onthony, setelah Bupati menyelesaikan serangkaian agenda di Makassar, Sulawesi Selatan dan Ambon, Maluku.
Dari jajaran BWS Maluku Utara hadir Kepala Subbagian, Kepala Seksi Operasi dan Pemeliharaan, Kepala Satuan Kerja PJPA dan PJSA, serta Kepala OP SDA Maluku Utara. Dalam pertemuan tersebut, BWS memaparkan sejumlah program yang akan dilaksanakan di Halut pada Tahun Anggaran 2026.
Program tersebut meliputi rehabilitasi Unit Air Baku Wangongira, pembangunan sumur air tanah untuk fasilitas Sekolah Rakyat Desa Kukumutuk, pembangunan jaringan irigasi air tanah, peningkatan dan rehabilitasi jaringan irigasi utama kewenangan BWS, pembangunan tanggul dan perbaikan aliran Sungai Asmiro, serta penanganan pascabencana banjir di wilayah Ake Aru.
Selain pembangunan infrastruktur pengairan, BWS Maluku Utara dan Pemkab Halut menyepakati sinkronisasi program pencetakan sawah baru dengan ketersediaan jaringan irigasi. Langkah tersebut dinilai penting agar pembukaan areal persawahan baru berjalan seiring dengan kesiapan sumber dan jaringan air untuk mendukung kegiatan pertanian.
“Selama dua tahun berturut-turut saya menjabat, dukungan program ke Halmahera Utara terus mengalir. Bahkan tahun ini saja anggaran lebih dari Rp100 miliar akan dikucurkan khusus untuk pembangunan dan perbaikan sistem irigasi di berbagai wilayah Halut,” ujar Bupatj Piet.
Menurut Bupati, pembangunan sarana pengairan bukan sekadar pembangunan infrastruktur, tetapi menjadi fondasi pengembangan sektor pertanian dan penguatan ketahanan pangan daerah. Karena itu, penyediaan air irigasi menjadi tanggung jawab bersama antara Pemerintah Kabupaten Halut dan BWS Maluku Utara.
Halut selama ini dikenal sebagai salah satu daerah penghasil kelapa. Namun, pemerintah daerah kini mendorong diversifikasi sektor pertanian melalui perluasan areal persawahan. Target pencetakan sawah baru seluas 1.067 hektare menjadi bagian dari upaya tersebut.
“Selama ini Halmahera Utara dikenal sebagai kabupaten kelapa. Melalui dukungan irigasi yang memadai, kami berambisi menjadikan Halut sekaligus sebagai lumbung padi Provinsi Maluku Utara. Apalagi tahun ini kami menargetkan pencetakan sawah baru seluas 1.067 hektare, yang keberhasilannya sangat bergantung pada ketersediaan air irigasi,” tegasnya.
Sinergi pembangunan irigasi tersebut dibangun melalui kerja sama Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang bersama Dinas Pertanian Halut dalam menyusun usulan pembangunan yang kemudian mendapat respons dari BWS Maluku Utara. Perluasan jaringan pengairan diharapkan membuka ruang integrasi berbagai komoditas unggulan daerah sekaligus memperkuat ketahanan pangan masyarakat.
“Luas lahan persawahan itu nanti akan melengkapi potensi kelapa yang kini menjadi keunggulan utama daerah, sekaligus memperkuat ketahanan pangan masyarakat Halmahera Utara secara menyeluruh,” jelasnya.
Bupati Piet Hein Babua juga menyampaikan penghargaan kepada Kepala BWS Maluku Utara beserta seluruh jajaran atas dukungan terhadap berbagai usulan pembangunan yang dinilai bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat Halut.(val)


