Kado Kemerdekaan dari Morotai, Rp6,6 Miliar untuk Gaji PPPK
Laporan : Kasim Bungan
Editor : Muhammad Rizal
Di tengah kibaran Merah Putih dan khidmatnya peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai membawa kabar yang langsung berkaitan dengan kehidupan para Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Seusai upacara kemerdekaan di Lapangan Bangsaha, Senin (17/8/2026), pemerintah daerah memastikan gaji PPPK untuk dua bulan, Juli dan Agustus, segera diproses untuk dicairkan. Nilainya mencapai Rp6,6 miliar.
Kepastian tersebut disampaikan Bupati Pulau Morotai, Rusli Sibua, yang bertindak sebagai Inspektur Upacara HUT ke-81 RI. Di hadapan peserta upacara, Rusli mengatakan pembayaran gaji PPPK menjadi salah satu bagian penting dari momentum tersebut.
“Selain peluncuran sistem pembayaran pajak dan retribusi daerah, momentum hari ini juga menandai peluncuran pembayaran gaji PPPK untuk dua bulan,” ujar Bupati Rusli.
Menurut dia, pencairan dapat dilakukan setelah pemerintah daerah menerima transfer dana dari pemerintah pusat. Proses administrasi pembayaran mulai berjalan pada Selasa, 18 Agustus 2026.
Kabar tersebut kemudian diperkuat Pelaksana Tugas Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Pulau Morotai, Marwan Sidasi. Dia memastikan anggaran untuk pembayaran gaji tersebut telah disiapkan.
“Apa yang disampaikan Bapak Bupati benar adanya. Gaji PPPK yang siap dicairkan terhitung untuk alokasi bulan Juli dan Agustus dengan total nilai mencapai Rp6,6 miliar,” jelas Marwan.
Bagi pemerintah daerah, Rp6,6 miliar merupakan bagian dari pengelolaan keuangan. Namun bagi PPPK, angka tersebut memiliki arti yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari. Gaji berkaitan dengan kebutuhan rumah tangga, biaya pendidikan anak, cicilan dan berbagai keperluan lainnya.
Karena itu, kepastian mengenai pembayaran menjadi kabar penting bagi para pegawai yang selama ini menunggu haknya.
Upacara HUT ke-81 RI di Morotai sendiri berlangsung khidmat. Ipda Irfan dipercaya sebagai Komandan Upacara, sedangkan Perwira Upacara dijabat AKP Subhan. Pasukan Pengibar Bendera Pusaka dipimpin Ipda Nasrullah, S.H., M.Pd dengan pembinaan dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Pulau Morotai.
Ketua DPRD Muhamad Rizki bersama jajaran Forkopimda, pimpinan instansi vertikal, pimpinan OPD, camat, kepala desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, veteran, organisasi kepemudaan, insan pers dan masyarakat turut hadir.
Pasukan upacara juga melibatkan berbagai unsur, mulai dari TNI Angkatan Darat, Laut dan Udara, Polres Pulau Morotai, Satpol PP, Basarnas, unsur perhubungan, ASN hingga pelajar.
Di hari ketika Merah Putih berkibar di Lapangan Bangsaha, kabar tentang gaji mungkin bukan hal yang paling meriah. Namun bagi mereka yang menunggu penghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarga, kepastian pembayaran adalah kabar yang cukup berarti.
Rp6,6 miliar mungkin hanya sebuah angka dalam dokumen keuangan daerah. Tetapi bagi para penerimanya, angka itu adalah penghasilan, kebutuhan keluarga, dan bagian dari kehidupan yang terus berjalan.(*)



