Bupati Halut Ingatkan Warga Waspada Kebakaran, 8 Titik Api Bisa Muncul dalam Sehari
RadarTimur.id, Tobelo — Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan menyusul kondisi cuaca panas dan kering yang masih berlangsung. Dalam sehari, titik api di sejumlah wilayah bahkan dapat mencapai lima hingga delapan lokasi berbeda.
Bupati Halmahera Utara Piet Hein Babua mengatakan kondisi tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Lahan yang kering ditambah tiupan angin cukup kencang membuat api berpotensi cepat merambat dan meluas ke kawasan lain.
“Dalam satu minggu terakhir, kita melihat intensitas kebakaran di wilayah Halmahera Utara cukup tinggi. Dalam satu hari bahkan dapat ditemukan sekitar lima sampai delapan titik api di lokasi yang berbeda,” ujar Bupati Piet Hein pada kegiatan doa bersama lintas agama di Gedung Poligrend, Desa MKCM, Kecamatan Tobelo, Minggu (30/8/2026) malam.
Menurutnya, kebakaran dalam beberapa pekan terakhir lebih banyak ditemukan di kawasan perladangan. Di sejumlah lokasi, bara api bahkan masih ditemukan setelah kebakaran dipadamkan sehingga tetap berpotensi menimbulkan titik api baru.
Kondisi tersebut mendorong Pemkab Halmahera Utara memperkuat langkah antisipasi. Koordinasi penanganan kebakaran dilakukan mulai dari tingkat kabupaten hingga kecamatan dan desa, termasuk membentuk tim untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan munculnya kebakaran baru.
Namun, upaya penanganan di lapangan masih menghadapi keterbatasan peralatan dan perlengkapan. Karena itu, Bupati Piet menilai pencegahan harus menjadi langkah utama dan tidak hanya mengandalkan pemerintah ketika kebakaran sudah terjadi.
Bupati Piet secara khusus mengingatkan warga yang melakukan aktivitas berkebun agar tidak membakar lahan secara sembarangan. Api dari pembukaan atau pembersihan lahan dapat dengan mudah menjalar ketika kondisi vegetasi di sekitarnya kering.
“Kepada saudara-saudara kita yang berkebun, kami mengimbau agar tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan. Dari beberapa kejadian yang terjadi, ada pembakaran di lahan perkebunan yang kemudian meluas dan menyebabkan kebakaran di wilayah lainnya,” tegasnya.
Selain pembakaran lahan, masyarakat diminta memperhatikan sumber api yang kerap dianggap sepele, seperti puntung rokok. Kewaspadaan itu diperlukan tidak hanya di kawasan perkebunan, tetapi juga di lingkungan permukiman, perkantoran, tempat usaha dan sepanjang jalan yang ditumbuhi rumput atau vegetasi kering.
“Hal-hal kecil yang kita anggap sepele dapat menjadi penyebab terjadinya kebakaran, terutama dalam kondisi cuaca yang sangat panas, kering dan disertai angin yang cukup kencang,” katanya.
Dia bersyukur kebakaran yang terjadi hingga kini masih dapat ditangani dan belum meluas ke kawasan permukiman. Namun, kondisi tersebut tidak boleh membuat masyarakat lengah karena kebakaran yang mencapai kawasan padat penduduk, pertokoan maupun permukiman dapat mengancam keselamatan warga sekaligus menimbulkan kerugian material yang besar.
Karena itu, selain memperkuat kesiapsiagaan, Pemkab Halmahera Utara mengajak seluruh elemen masyarakat mengambil bagian dalam pencegahan. Masyarakat diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api agar dapat ditangani sebelum api meluas.
Upaya menghadapi ancaman kebakaran tersebut juga dilakukan melalui pendekatan keagamaan. Pemkab Halmahera Utara menggelar doa bersama lintas agama untuk memohon hujan, keselamatan, kesehatan, ketersediaan air serta perlindungan dari berbagai ancaman bencana, khususnya kebakaran hutan dan lahan.
Kegiatan yang berlangsung sekitar pukul 20.25 WIT itu dihadiri sekitar 100 peserta dari unsur pemerintah daerah, TNI-Polri, instansi vertikal, tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda.
Bupati Piet mengatakan doa dan ikhtiar nyata harus berjalan beriringan. Karena itu, para imam, ustaz, pendeta, pastor dan pimpinan organisasi keagamaan juga telah diimbau menyampaikan pesan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca panas dan potensi kebakaran kepada umat masing-masing.
“Kita menyadari bahwa apa pun yang terjadi di bumi ini, termasuk di Halmahera Utara, tidak terlepas dari kehendak Tuhan Yang Maha Kuasa. Karena itu, kita mengajak seluruh komponen dan elemen lintas agama untuk bersama-sama mendoakan Halmahera Utara agar senantiasa diberikan perlindungan serta dijauhkan dari berbagai hal yang membahayakan keamanan dan keselamatan masyarakat,” ujarnya.
Doa lintas agama dipimpin perwakilan tokoh agama dari unsur pendeta, pastor dan imam. Para peserta memohon agar hujan segera turun, sumber air kembali terisi dan tanah yang kering mendapatkan kesejukan, sekaligus agar masyarakat Halmahera Utara dijauhkan dari kebakaran dan bencana lainnya.
Bupati Piet berharap hujan turun dalam jumlah yang cukup dan pada waktunya sehingga dapat membantu memenuhi kebutuhan air masyarakat sekaligus mengurangi risiko kebakaran.
Di tengah kondisi tersebut, Bupati kembali menegaskan bahwa pencegahan kebakaran bukan semata-mata tanggung jawab pemerintah. Kesadaran masyarakat dalam mengendalikan sumber api menjadi bagian penting untuk mencegah bertambahnya titik kebakaran.
“Mari kita satukan hati dan tekad, bergandengan tangan antara pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat dan seluruh masyarakat untuk menjaga daerah yang kita cintai ini,” ungkapnya.(val)

