Harga Emas Naik, PPM NHM Dipertanyakan: Seberapa Besar Manfaat yang Diterima Masyarakat?
RadarTimur.id, Tobelo — Kenaikan harga emas dunia dalam beberapa tahun terakhir menjadi salah satu gambaran perubahan nilai komoditas di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Kondisi tersebut sekaligus membuka pertanyaan mengenai seberapa besar manfaat ekonomi yang dirasakan masyarakat lingkar tambang PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) di Kabupaten Halmahera Utara melalui program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM).
Pertanyaan tersebut disampaikan tokoh masyarakat Kao Teluk, Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara, Asrul Hi. Suaibun, Selasa (1/9/2026). Menurutnya, masyarakat perlu memperoleh informasi secara terbuka mengenai perencanaan dan realisasi PPM, terutama terkait besaran anggaran, program yang dijalankan, wilayah penerima manfaat serta dampaknya terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“PPM ini merupakan bagian dari kontribusi perusahaan kepada masyarakat lingkar tambang. Karena itu, masyarakat berhak mengetahui bagaimana perencanaannya, berapa anggarannya dan sejauh mana manfaatnya dirasakan masyarakat,” ujar Asrul.
Bagi dia, permintaan keterbukaan tersebut dinilai semakin relevan karena kondisi ekonomi belakangan ini tidak menentu dan turut memengaruhi pendapatan masyarakat. Dalam situasi seperti ini, program pemberdayaan yang mampu menciptakan sumber pendapatan baru dinilai dapat membantu memperkuat ekonomi masyarakat.
Asrul mengatakan PPM tidak seharusnya hanya dipandang sebagai bantuan sosial. Program tersebut memiliki ruang yang lebih luas, termasuk peningkatan pendapatan riil dan pekerjaan, kemandirian ekonomi, pendidikan, kesehatan, pembangunan infrastruktur, penguatan kelembagaan masyarakat, sosial budaya serta perlindungan dan pengelolaan lingkungan.
“Kalau program PPM diarahkan pada peningkatan pendapatan dan kemandirian ekonomi, tentu sangat membantu masyarakat. Apalagi ketika kondisi ekonomi global tidak menentu dan pendapatan masyarakat mengalami tekanan,” katanya.
Di sisi lain, perkembangan harga emas dunia dalam tiga tahun terakhir menunjukkan tren kenaikan yang cukup kuat. Data World Gold Council mencatat harga rata-rata emas LBMA sekitar US$1.940 per ons troi pada 2023, kemudian meningkat menjadi sekitar US$2.386 pada 2024 dan mencapai sekitar US$3.431 pada 2025. Dengan demikian, harga rata-rata emas pada 2025 meningkat sekitar 77 persen dibandingkan 2023.
Lanjut dia, perkembangan harga emas dapat menjadi salah satu konteks untuk melihat apakah manfaat ekonomi dari aktivitas pertambangan juga semakin dirasakan masyarakat. Terlebih, dalam sejumlah kajian mengenai PPM NHM terdapat penyebutan kebijakan alokasi PPM sebesar 1 persen dari gross revenue.
Ketentuan dan penerapannya bagi Asrul, perlu disesuaikan berdasarkan dokumen resmi perusahaan serta regulasi yang berlaku pada setiap periode. Penyesuaian-penyesuaikannya pun harus disampaikan terbuka agar masyatakat mengetahui perubahan yang telah dilakukan.
“Masyarakat perlu mengetahui berapa alokasi PPM NHM setiap tahun, berapa yang direalisasikan, program apa saja yang dilaksanakan serta apakah terdapat perubahan alokasi sesuai perkembangan kegiatan perusahaan dan kebutuhan masyarakat,” timpal dia.
Asrul menilai transparansi tersebut akan membantu masyarakat memahami hubungan antara aktivitas pertambangan dengan manfaat yang diterima warga. Terlebih, PPM secara prinsip diarahkan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitar wilayah operasi melalui berbagai bidang pembangunan dan pemberdayaan.
“Yang kami minta buka datanya, jelaskan programnya dan tunjukkan manfaatnya. Kalau belum sesuai aturan, disesuaikan,” tegasnya lagi.
Menurut Asrul, PPM dapat menjadi salah satu instrumen penting untuk membantu masyarakat menghadapi tekanan ekonomi. Program yang tepat sasaran dapat mendorong usaha masyarakat, meningkatkan keterampilan, membuka lapangan pekerjaan dan menciptakan sumber pendapatan yang lebih berkelanjutan.
Karena itu, Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara juga diharapkan ikut memastikan pelaksanaan PPM berjalan sesuai ketentuan. Pengawasan dan evaluasi diperlukan agar program yang telah direncanakan tidak hanya berhenti pada pelaksanaan kegiatan, tetapi benar-benar memberikan dampak bagi masyarakat.
“Di tengah situasi ekonomi dunia yang tidak menentu, masyarakat sangat membutuhkan program yang bisa memperkuat pendapatan dan kemandirian ekonomi. PPM akan sangat membantu apabila direalisasikan sesuai peraturan, tepat sasaran dan manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” pungkas Asrul.(red)

