radartimur.id

Dari Informasi ke Transformasi

Jumat, 25 September 2026

Dorong Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi, DLH dan Dispar Halut Bentuk Bank Sampah di Luari

RadarTimur.id, Tobelo — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bersama Dinas Pariwisata Kabupaten Halmahera Utara mendorong masyarakat Desa Luari meningkatkan pengelolaan sampah, khususnya di kawasan wisata Pantai Luari.

Upaya tersebut dilakukan melalui sosialisasi pengelolaan sampah yang berlangsung di Aula Kantor Desa Luari, Kamis (24/9/2026). Dalam kegiatan itu, masyarakat didorong tidak hanya menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga memanfaatkan sampah yang memiliki nilai jual sebagai sumber ekonomi.

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Desa Luari Serni Maulang, perwakilan DLH Halmahera Utara Sandro Kacili Putera, serta perwakilan Dinas Pariwisata Halmahera Utara Yosafat Kotalaha.

Selain sosialisasi, kegiatan juga dirangkaikan dengan pembentukan pengurus Bank Sampah Desa Luari. Sampah yang telah dipilah dan memiliki nilai jual nantinya dikumpulkan untuk kemudian disalurkan melalui Bank Sampah DLH Halmahera Utara.

Kepala Desa Luari Serni Maulang mengatakan pemerintah desa menyambut baik program tersebut dan siap mendorong keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan sampah.

“Kami sangat mendukung kegiatan ini karena kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab kita bersama. Pemerintah desa akan berupaya mendorong masyarakat untuk mulai memilah sampah dari rumah dan ikut berpartisipasi dalam pengelolaan Bank Sampah,” ujarnya.

Sementara itu, Sandro Kacili Putera mengatakan masyarakat perlu melihat sampah tidak hanya sebagai sesuatu yang harus dibuang, tetapi juga sebagai material yang dapat memberikan nilai ekonomi.

“Kami mengimbau masyarakat untuk mulai memilah sampah organik dan anorganik. Sampah anorganik yang memiliki nilai jual dapat dikumpulkan melalui Bank Sampah, sedangkan sampah organik dapat dimanfaatkan untuk pembuatan pupuk kompos,” katanya.

Menurut Sandro, DLH juga akan melakukan pendampingan kepada masyarakat dalam pembuatan pupuk kompos. Dengan begitu, pengelolaan sampah diharapkan dapat dilakukan secara terpadu mulai dari tingkat rumah tangga.

Perwakilan Dinas Pariwisata, Yosafat Kotalaha, menilai kebersihan menjadi salah satu faktor penting dalam pengembangan kawasan wisata Pantai Luari. Karena itu, upaya menjaga kebersihan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga pengelola wisata dan masyarakat.

“Pantai Luari merupakan bagian dari potensi pariwisata yang perlu kita jaga bersama. Kebersihan kawasan wisata bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga pengelola wisata dan seluruh masyarakat,” ujarnya.

Yosafat berharap masyarakat dan pelaku pariwisata dapat menjaga kebersihan kawasan sehingga wisatawan yang berkunjung ke Pantai Luari merasa nyaman.

“Kalau lingkungan bersih, wisatawan akan merasa nyaman. Karena itu, kesadaran untuk tidak membuang sampah sembarangan dan membiasakan memilah sampah harus menjadi budaya bersama,” lanjutnya.

Keberadaan Bank Sampah Desa Luari diharapkan tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi, tetapi dilanjutkan melalui pendampingan, pemilahan sampah dari rumah tangga, pengolahan sampah organik menjadi kompos, serta keterlibatan aktif masyarakat dan pengelola wisata.

Upaya tersebut sekaligus diharapkan mendukung kebersihan Desa Luari sebagai salah satu kawasan yang memiliki potensi wisata, sekaligus menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara dalam menjaga kebersihan lingkungan dan mendukung program Adipura.(val)