Erika Richardo Lukis Kapal Nelayan, Angkat Identitas Bahari Maluku Utara
RadarTimur.id, Ternate — Pemerintah Provinsi Maluku Utara menghadirkan cara berbeda untuk mengangkat identitas bahari daerah dengan menggandeng seniman nasional Erika Richardo. Melalui goresan cat pada badan kapal nelayan bantuan Pemprov Maluku Utara, Erika menuangkan karya yang mengangkat biota laut, kehidupan pesisir, dan kekayaan bahari Maluku Utara.
Aksi tersebut berlangsung di Pelabuhan Perikanan Bastiong, Kota Ternate, Kamis (24/9/2026), dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Provinsi Maluku Utara.
Kapal nelayan yang selama ini identik dengan aktivitas mencari ikan di laut, diubah menjadi media seni yang membawa cerita tentang kehidupan bahari Maluku Utara.
Lukisan Erika tidak hanya menjadi elemen visual, tetapi juga bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan laut dan identitas daerah melalui ruang yang digunakan masyarakat sehari-hari.
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif RI Irene Umar yang menyaksikan langsung proses tersebut mengatakan, kapal nelayan dapat menjadi medium kreatif untuk memperkenalkan cerita dan kekayaan daerah kepada masyarakat luas, termasuk wisatawan.
“Sebuah kapal bukan hanya memiliki fungsi dasar sebagai sarana melaut bagi nelayan, melainkan juga bisa menjadi papan iklan yang menceritakan kehidupan di Maluku Utara,” ujar Irene.
Menurut Irene, karya seni pada badan kapal dapat menghadirkan pendekatan berbeda dalam memperkenalkan kekayaan bahari dan cerita lokal. Kapal yang beraktivitas di laut sekaligus dapat menjadi bagian dari identitas visual Maluku Utara.
Wakil Gubernur Maluku Utara Sarbin Sehe turut mengapresiasi keterlibatan seniman nasional dan seniman lokal dalam kegiatan tersebut.
Menurutnya, penyerahan kapal nelayan tidak hanya berkaitan dengan penyediaan sarana produksi, tetapi juga membuka ruang bagi seni dan kreativitas untuk mengangkat identitas daerah.
“Sebanyak 10 unit kapal nelayan diserahkan kepada penerima manfaat dalam rangkaian kegiatan tersebut. Bantuan itu diarahkan untuk menunjang aktivitas penangkapan ikan dan mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat penerima,” kata Wagub Sarbin.
Kehadiran karya Erika pada kapal nelayan sekaligus mempertemukan dua sektor yang memiliki keterkaitan kuat dengan karakter Maluku Utara, yakni ekonomi masyarakat pesisir dan ekonomi kreatif. Kapal tetap menjalankan fungsi utamanya sebagai sarana melaut, sementara lukisan yang menghiasi badan kapal membawa pesan visual tentang kekayaan laut dan kehidupan masyarakat kepulauan.
Dari Bastiong, kapal-kapal tersebut nantinya akan kembali bergerak ke laut bersama para nelayan. Namun, selain membawa hasil tangkapan, kapal yang telah dihiasi karya seni itu juga membawa cerita tentang Maluku Utara sebagai provinsi kepulauan dengan kekayaan bahari, budaya, dan tradisi pesisir.(ard)

