radartimur.id

Dari Informasi ke Transformasi

Rabu, 7 Oktober 2026

Kabut Asap Mulai Ganggu Jarak Pandang di Tobelo

RadarTimur.id, Tobelo — Kekeringan yang berlangsung dalam beberapa bulan terakhir mulai berdampak terhadap lingkungan di Kabupaten Halmahera Utara (Halut) dan Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara. Sejumlah titik kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dilaporkan muncul, sementara kabut asap mulai mengganggu jarak pandang warga.

Kondisi tersebut terlihat di wilayah Tobelo pada Rabu (7/10/2026) pagi. Kabut bercampur asap menyelimuti kawasan pesisir sehingga sejumlah pulau kecil seperti Pulau Tolonuo, Tagalaya dan sejumlah pulau kecil yang biasanya terlihat jelas dari daratan Tobelo tidak tampak dari kejauhan.

Defrid Bubala salah satu warga Desa Wari, Kecamatan Tobelo Tengah, mengatakan pulau-pulau kecil tersebut biasanya masih dapat terlihat dari pantai. Namun pada Rabu pagi, pandangan ke arah laut tertutup kabut dan asap.

“Biasanya pulau-pulau itu kelihatan dari pantai. Tapi tadi pagi sudah tidak kelihatan karena tertutup asap,” ujarnya.

Warga berharap kondisi tersebut segera mendapat perhatian dari instansi terkait karena kebakaran tidak hanya berpotensi merusak lahan dan tanaman milik masyarakat, tetapi juga menimbulkan dampak terhadap kualitas udara.

Kekhawatiran itu beralasan. Kementerian Kesehatan menyebut asap karhutla mengandung partikel halus PM2,5 yang dapat masuk hingga bagian dalam paru-paru dan meningkatkan risiko gangguan pernapasan, termasuk Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, lansia, serta warga dengan riwayat asma dan penyakit paru menjadi kelompok yang perlu mendapat perhatian lebih.

BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Baabullah Ternate telah keluarkan peringatan dini pada periode 5–11 Oktober 2026. Masyarakat Maluku Utara diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kondisi cuaca, termasuk potensi kekeringan dan karhutla. Kabupaten Halmahera Utara dan Pulau Morotai termasuk wilayah yang menjadi perhatian dalam prakiraan tersebut.

Kabut asap juga dilaporkan mulai mengganggu aktivitas masyarakat di Pulau Morotai. Kondisi tersebut mendorong Dinas Kesehatan setempat membagikan sekitar 5.000 masker kepada masyarakat sebagai langkah antisipasi terhadap paparan udara yang bercampur kabut dan asap karhutla.(val)