Harga Cabai Tembus Rp180 Ribu per Kilogram, Pemkab Halut Siapkan Subsidi Ongkos Angkut
RadarTimur.id, Tobelo — Harga cabai keriting di Pasar Rawajaya, Kecamatan Tobelo, Kabupaten Halmahera Utara (Halut), menembus Rp180.000 per kilogram pada Kamis (15/10/2026).
Pemerintah Kabupaten Halut menyiapkan subsidi ongkos angkut untuk menekan biaya distribusi dan menjaga harga komoditas pangan tetap terjangkau.
Selain cabai, harga bawang merah dan bawang putih berada pada kisaran Rp50.000 hingga Rp60.000 per kilogram. Sementara itu, harga tomat mencapai Rp20.000 hingga Rp25.000 per kilogram.
Harga cabai keriting bahkan berpotensi naik hingga Rp200.000 per kilogram apabila persediaan di pasar terus menipis.
Bupati Halut Piet Hein Babua mengatakan, pemerintah daerah akan menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kota Malang untuk mendatangkan pasokan cabai langsung dari daerah penghasil yang memiliki surplus komoditas tersebut.
Penandatanganan kerja sama itu dijadwalkan berlangsung pada Senin (19/10/2026). Melalui skema tersebut, Pemkab Halut berencana memberikan subsidi biaya angkut untuk menekan ongkos distribusi dan memperpendek rantai pasok.
“Kerja sama ini untuk kepentingan masyarakat Halmahera Utara. Untuk menjaga harga tetap terjangkau, pemerintah daerah memberikan subsidi ongkos angkut,” ujar Piet.
Kenaikan harga cabai dan komoditas pangan lainnya diduga dipengaruhi cuaca ekstrem yang berdampak pada produksi serta menurunkan pasokan dari daerah penghasil.
Pemkab Halut berharap kerja sama tersebut dapat meningkatkan ketersediaan cabai di pasar lokal dan secara bertahap menekan harga. Pemerintah daerah juga perlu memastikan kelancaran pasokan serta memantau perkembangan harga dan stok agar kebijakan subsidi benar-benar berdampak pada daya beli masyarakat.(val)

