DPRD Morotai Gelar RDP dengan PLN, Bahas Gangguan Listrik di Lima Kecamatan
RadarTimur.id, Morotai – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pulau Morotai menggelar rapat dengar pendapat (RDP) bersama PLN Daruba guna membahas gangguan listrik yang terjadi di wilayah Morotai selama bulan Ramadhan.
Rapat yang berlangsung di ruang rapat Sekretariat DPRD, Selasa (10/3/2026), dipimpin Wakil Ketua II DPRD Pulau Morotai, Erwin Sutanto. Pertemuan tersebut dihadiri sejumlah anggota DPRD serta Kepala PLN Daruba, Cahyo Tri Hatoyo.
Dalam rapat tersebut, DPRD meminta penjelasan resmi dari PLN terkait intensitas gangguan listrik yang dinilai cukup meresahkan masyarakat di sejumlah kecamatan.
Pasalnya, pemadaman listrik yang terjadi belakangan ini berdampak pada aktivitas masyarakat maupun layanan publik di lima kecamatan selama bulan Ramadhan.
Wakil Ketua Komisi I DPRD Pulau Morotai, Hi Zainal Karim, meminta pihak PLN menjelaskan secara terbuka penyebab seringnya pemadaman listrik, terutama di bulan puasa yang dinilai sangat sensitif bagi masyarakat.
“Saya berharap bapak (kepala PLN) hari ini bisa menjelaskan secara riil kenapa lampu sering mati, terutama di bulan puasa. Karena ini sangat sensitif. Penjelasan ini penting agar masyarakat juga mengetahui penyebabnya,” ujar Zainal dalam rapat tersebut.
Menanggapi hal itu, Kepala PLN Daruba, Cahyo Tri Hatoyo menjelaskan bahwa pemadaman listrik yang terjadi di Morotai terbagi menjadi dua kategori, yakni pemadaman terencana dan pemadaman akibat gangguan.
Dia menyebut, pemadaman yang terjadi pada siang hari, khususnya pada Sabtu lalu, merupakan pemadaman terencana untuk kegiatan pemeliharaan jaringan listrik menuju Desa Wayabula, Kecamatan Morotai Selatan Barat, serta Desa Buho-Buho di Kecamatan Morotai Timur.
Sementara itu, pemadaman yang terjadi pada malam hari lebih banyak disebabkan oleh gangguan jaringan, seperti cuaca buruk maupun pohon tumbang yang mengenai kabel listrik.
“Gangguan paling umum di arah Wayabula itu karena pohon tumbang. Pemadaman di dalam Kota Daruba pada malam hari juga terjadi karena ada pohon yang patah dan mengenai kabel di depan AURI. Di luar kota penanganannya agak terlambat karena jarak dan keterbatasan jaringan komunikasi,” jelas Cahyo.
Selain gangguan jaringan, Cahyo juga mengakui bahwa PLN Daruba masih mengalami keterbatasan mesin pembangkit. Dengan kapasitas yang tersedia saat ini sekitar 4.900 kilowatt (kW), pihaknya terpaksa melakukan pemadaman bergilir di beberapa wilayah saat terjadi beban puncak.
“Karena kita masih defisit daya, maka harus dilakukan pemadaman sebagian wilayah ketika beban puncak. Masalah ini sudah kami sampaikan ke pusat,” katanya.
Dia menambahkan, pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) juga kerap menjadi kendala, terutama selama bulan Ramadhan ketika konsumsi listrik meningkat.
“Pemakaian BBM pada Ramadhan cukup tinggi, karena beban puncak terjadi dari pukul 19.00 sampai 24.00 WIT. Jadi pemadaman kemarin selain karena pembersihan jaringan, juga dipengaruhi keterlambatan pasokan BBM,” pungkasnya.(ksm)

